Fraksi Gerindra Desak Penugasan Pjs Ketua Gerindra Bali

  • Whatsapp
SEKRETARIS Fraksi Partai Gerindra DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa, bersama jajaran pengurus dan anggota fraksi. Foto: ist
SEKRETARIS Fraksi Partai Gerindra DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa, bersama jajaran pengurus dan anggota fraksi. Foto: ist

MANGUPURA – Jabatan Ketua DPD Partai Gerindra Bali setelah meninggalnya Ida Bagus Putu Sukarta masih kosong sampai saat ini. Kondisi itu mendorong para kader mendesak DPP Partai Gerindra segera menunjuk pejabat sementara (Pjs) Ketua DPD Partai Gerindra Bali. Alasannya, saat ini sangat mendesak untuk mempersiapkan proses verifikasi administrasi partai politik (parpol) menjelang Pilpres dan Pileg 2024.

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa, Jumat (20/8/2021) berujar sebelum ada penugasan sebagai Ketua DPD Gerindra Bali, saat ini sangat mendesak diperlukan Pjs terlebih dahulu. Tujuannya untuk menyerap aspirasi partai, sekaligus untuk mempercepat proses administrasi perjalanan parpol yang lolos parliamentary threshold (PT). Sementara parpol yang tidak lolos PT wajib verifikasi faktual dan administrasi.

Bacaan Lainnya

“Gerindra Bali perlu Pjs untuk mempercepat proses verifikasi parpol, mengingat tenggang waktu yang cukup dekat, sehingga Gerindra Bali bisa berpartisipasi pada 2024,” ucap Bendesa Adat Ungasan itu.

Lebih lanjut Disel menegaskan, untuk bisa membesarkan Gerindra Bali dan menjadikan partai yang profesional, dia tidak menginginkan dalam penentuan Ketua DPD berdasarkan asas kedekatan dan mendapat prioritas untuk terpilih. Sebab, lugasnya, pada era milenial, dalam penentuan figur haruslah benar-benar orang profesional.

Baca juga :  Polsek Selbar Bagikan Masker Gratis di Tiga Desa

Menurutnya, Gerindra tidak ingin membesarkan partai seperti mengangon (mengurus) bebek. Sebab, ke depan masyarakat pasti melek dan mempunyai pendidikan tinggi. “Artinya, kita tidak bisa menggiring masyarakat lagi karena tingkat intelektual mereka sudah tinggi. Ditambah lagi dengan adanya gadget (gawai) sudah pasti isu bertebaran di medsos,” seru Ketua DPC Partai Gerindra Badung itu.

Menurutnya, DPD Partai Gerindra Bali butuh pemimpin bijaksana, bisa diterima di seluruh lapisan, dan tentunya punya modal. Untuk memimpin partai, tegasnya, sangat diperlukan modal uang. Ditambah saat ini, kondisi Partai Gerindra Bali baru bisa membentuk enam fraksi dari sembilan kabupaten/kota se-Bali.

“Kami masih banyak yang kurang untuk mengisi fraksi-fraksi di sembilan kabupaten/kota, dan jelas kalau hanya mengandalkan setoran dari fraksi sangat berat. Tetapi kami ingat untuk membesarkan partai secara intelektual,” sambungnya.

Disinggung kesiapan jika ditunjuk menakhodai DPD Partai Gerindra Bali, Disel menilai itu bukan sesuatu yang tidak mungkin. Walau hanya pendatang baru, dia diberi kepercayaan menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Badung setelah terbukti kembali lolos sebagai anggota DPRD Bali. Tetapi kalau ada penugasan dan penunjukan dari DPP, dia berkata harus tetap siap menjalankan perintah dan amanah partai.

“Apalagi ke depan akan ada peluang penambahan kursi di kabupaten, pastinya Gerindra memerlukan figur Ketua DPD yang kuat baik itu finansial, intelektual dan humanis,” pungkasnya. nan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.