F-Badung Gede Minta APBD 2021 Disusun Realistis dan Akuntabel

  • Whatsapp
Gede Aryantha. Foto: ist
Gede Aryantha. Foto: ist

MANGUPURA – DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat paripurna dewan, Senin (9/11/2020). Rapat yang dihadiri seluruh jajaran wakil rakyat di DPRD setempat mengagendakan pemandangan umum fraksi-fraksi.

Fraksi Badung Gede sendiri dalam rapat tersebut menyampaikan untuk mewujudkan tujuan utama dari fungsi APBD maka sangat dibutuhkan kecermatan dalam menyusun APBD agar berdasarkan asumsi- asumsi yang lebih realistis dan akuntabel.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Gede Aryantha, menjelaskan, rancangan APBD merupakan rencana keuangan tahunan daerah yang memiliki tujuan utama dan sebagai pedoman dari pemerintah daerah dalam menetapkan asumsi pendapatan daerah serta pengeluaran daerah demi kesejahteraan masyarakat.

Begitu juga APBD bertujuan sebagai koordinator pembiayaan dan menciptakan transparansi dalam anggaran pemerintah daerah, dan juga memiliki fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilitas.

“Untuk mewujudkan tujuan utama dari fungsi APBD maka sangat dibutuhkan kecermatan dalam menyusun APBD agar berdasarkan asumsi- asumsi yang lebih realistis dan akuntabel,” katanya.

Menurutnya, pendapatan daerah pendapatan daerah tahun 2021 yang dirancang sebesar Rp4.337.538.810.114,00 atau turun sebesar Rp1.964.814.404.618,10 dari APBD induk tahun anggaran 2020. “Kami fraksi Badung Gede sependapat dengan pemerintah, bahwa kita perlu bersama- sama mencermati dan melakukan penyelarasan terhadap rencana pendapatan daerah Tahun 2021,” ujarnya.

Baca juga :  Sehari 17 Kasus Positif Covid-19 Baru di Jembrana, Salah Satunya Pejabat Tinggi

Politisi Gerindra Badung ini memprediksi pendapatan daerah tahun anggaran 2021 sebesar Rp2,8 triliun meliputi pendapatan asli daerah, pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan yang sah. Berkenaan besarnya pendapatan tahun 2021, pihaknya menyarankan pemerintah agar melakukan forecasting dengan cermat, berdasarkan data time series, menggunakan metode kualitatif maupun kuantitatif dan memperhatikan asumsi-asumsi ekonomi maupun nonekonomi yang tepat, sehingga menghasilkan prediksi pendapatan daerah yang akurat dan realistis.

“Kami memiliki pandangan bahwa pendapatan asli daerah yang dirancang untuk tahun anggaran 2021 dipandang juga masih tinggi perlu diselaraskan sehingga lebih realistis, dan akuntabel,” jelasnya.

Pihaknya menyadari pendapatan Kabupaten Badung 80 persen lebih berasal dari sektor pariwisata yang rentan dengan berbagai isu, baik isu daerah, nasional, maupun internasional. Di samping saat ini dunia sedang dilanda wabah pandemi Coronavirus Disease-19 (Covid-19). “Ini membuat sektor pariwisata tidak berdaya yang berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Badung,” ungkapnya.

Dalam upaya pencapaian target pendapatan asli daerah di tahun 2021. “Kami juga berharap pemerintah mengoptimalkan pemungutan pajak lewat online system dengan riil time. Pemungutan pajak dengan online sistem yang kita terapkan saat ini, kami kira sudah cukup tertinggal,” katanya. 020

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.