Duh, Sehari Tambah 8 Pasien Covid-19 Meninggal, Bali Kembali 4 Besar Nasional

  • Whatsapp

Kabar Baiknya, Pasien Sembuh Naik 141 Orang dan Kasus Terkonfirmasi Positif Turun 78 Orang

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, kembali diwarnai lonjakan kasus meninggal dunia. Sebagaimana dilaporkan Selasa (13/10/2020), sebanyak 8 pasien positif corona dinyatakan tutup usia dalam perawatan yang terjadi di lima kabupaten/kota.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data harian yang disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Selasa (13/10/2020), Kota Denpasar mencatatkan kasus kematian harian terbanyak 3 orang, disusul Gianyar (2), Klungkung, Jembrana dan Buleleng masing-masing 1 orang.

”Dengan demikian secara kumulatif, pasien covid-di Bali yang telah meninggal dunia sampai hari ini berjumlah 332 orang (3,22%) dengan rincian 330 WNI dan 2 WNA,” kata Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Selasa (13/10/2020).

Dengan tambahan 3 orang ini, total kasus meninggal dunia di Kota Denpasar menjadi 65 orang, disusul Gianyar (54), Buleleng (48), Karangasem (47), Badung (36), Tabanan (31), Bangli (28), Klungkung (13) dan Jembrana 9 orang.

Lonjakan 8 pasien meninggal ini merupakan yang tertinggi pada medio Oktober ini, sekaligus membawa Bali kembali masuk daftar 4 besar nasional bersama Jawa Tengah. Secara nasional, angka kumulatif pasien covid-19 meninggal hari ini berjumlah 92 orang yang dilaporkan 19 provinsi, dimana Jawa Timur sebagai penyumbang tertinggi 21 orang, peringkat kedua DKI Jakarta 19 orang.

Baca juga :  PHDI Perlu Perbanyak Ajang Dialog Umat

Kabar baiknya, angka kesembuhan harian pasien positif covid-19 tetap stabil, dimana hari ini berjumlah 141 orang atau berselisih 63 orang dari tambahan harian kasus positif baru yang berjumlah 78 orang. Kabupaten Badung, kembali mencatatkan jumlah harian pasien sembuh terbanyak 40 orang, disusul Tabanan (24), Karangasem (22), Denpasar (19), Gianyar (17), Bangli (11), Klungkung (6) dan Buleleng (2).

”Total, pasien positif covid-19 di Bali yang sudah sembuh menjadi 8.975 orang (87,10%) dengan rincian 8.949 WNI dan 26 WNA,” jelas Rentin. Secara nasional, jumlah harian pasien sembuh sebanyak 4.777 orang, jauh lebih banyak dari kasus positif baru sebanyak 3.906 orang atau berselisih 871 orang.

Sementara itu, kasus positif baru yang dalam dua hari beruntun mengalami penurunan. Setelah Senin (12/10/2020) di angka 93, hari ini turun ke angka 78 orang yang dilaporkan delapan kabupaten/kota kecuali Jembrana.

Kota Denpasar tetap menjadi penyumbang terbanyak tambahan harian kasus positif baru sebanyak 34 orang, disusul Badung (17), Gianyar (10), Tabanan (7), Bangli (3), Klungkung (2), Buleleng (2) dan Karangasem 1 orang. Penurun ini berdampak pada posisi Bali yang kini keluar dari daftar 10 besar nasional, tepatnya urutan ke-14 dari 33 provinsi yang melaporkan tambahan harian kasus positif.

”Secara kumulatif, sampai hari ini kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 10.304 orang (10.275 WNI dan 29 WNA), yang didominasi melalui transmisi lokal, dimana per hari ini jumlahnya mencapai 9.911 kasus,” imbuh Rentin yang juga Kalaksa BPBD Provinsi Bali.

Baca juga :  Musda Golkar dan Legitimasi Kuasa Demer

Berdasarkan data tersebut, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) berkurang 73 orang, menjadi 997 orang (9,68%) dengan rincian 996 WNI dan 1 WNA. Mereka menjalani perawatan tersebar di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Meski angka kesembuhan terus mengalami peningkatan, Rentin tak henti-hentinya mengajak masyarakat Bali meningkatkan disiplin melakukan protokol kesehatan, seperti memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, menghindari keramaian dan menjaga jarak.

Menurutnya, pencegahan penyebaran covid-19 ini, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. ”Untuk itu, mari kita tingkatkan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi covid-19 ini,” ajaknya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.