Duh! Kecelakaan, Parni Tewas di Bak Mandi

  • Whatsapp
PERSONEL Polsek Bangli melakukan olah TKP di lokasi tewasnya Parni (54) di bak mandi rumahnya, Selasa (23/11/2021) pagi. Foto: ist
PERSONEL Polsek Bangli melakukan olah TKP di lokasi tewasnya Parni (54) di bak mandi rumahnya, Selasa (23/11/2021) pagi. Foto: ist

BANGLI – Lingkungan/Kelurahan Kubu, Bangli kehilangan satu warganya, Selasa (23/11/2021) pagi. Ni Wayan Parni (54), warga itu, ditemukan tewas di bak mandi rumahnya. Kejadian ini kali pertama diketahui Gede Purnawan (31), menantu saudara sepupu korban.  

Kasihumas Polres Bangli, Iptu I Wayan Sarta, berkata peristiwa itu ditangani personel Polsek Bangli, yang turun melakukan olah TKP. Dia menguraikan, Senin (22/11/2021) sekitar pukul 14.30 Wita, Ni Ketut Suryantini (45) melihat korban untuk terakhir kali karena diminta tolong korban membuat air hangat. Setelah membuatkan air hangat, Suryantini meninggalkan korban.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan sejumlah saksi, ulasnya, korban mengalami disabilitas tangan kanan tidak bisa digerakkan akibat sakit polio sejak lahir. Sementara tangan kirinya juga tidak bisa digunakan, lantaran patah tulang gegara jatuh di kamar mandi tiga bulan lalu, dan masih dalam pengobatan. Kondisi itu menyebabkan korban dalam keseharian tidak bisa melakukan kegiatan secara normal.

Masih menurut Sarta, sekitar tiga bulan lalu korban sempat berpesan jika meninggal agar dikremasi serta dibayarkan semua utangnya. Keterangan saksi juga menjelaskan, sekira tiga hari lalu korban bermimpi sebanyak lima kali dicari almarhum orangtuanya agar pulang ke rumah aslinya. Jadi, jika kelak meninggal, tidak mengotori atau membuat leteh pekarangan orang lain.

Baca juga :  Kasus Meninggal Akibat Covid-19 Paling Banyak Usia 30-59 Tahun

“Hasil pemeriksaan medis, keluar darah dari hidung, tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan, badannya membengkak karena terendam air, dan diduga meninggal karena paru-paru kemasukan air. Pihak keluarga menerima ikhlas kematian korban, tidak ada orang yang dicurigai, serta menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.