Duh! Diganggu Hama, Avokad Hass Turun Harga

PETANI di Bangli, khususnya di Kecamatan Kintamani, saat ini tengah memasuki musim panen avokad hass. Sayang, karena diganggu hama, avokad hass turun harga. Foto: ist
PETANI di Bangli, khususnya di Kecamatan Kintamani, saat ini tengah memasuki musim panen avokad hass. Sayang, karena diganggu hama, avokad hass turun harga. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Petani di Bangli, khususnya di Kecamatan Kintamani, saat ini tengah memasuki musim panen avokad hass.  Harga avokad hass grade A dengan berat minimal 200 gram sempat menembus Rp45.000 per kilo, grade B dengan ukuran minimal 180 gram harganya Rp40.000 per kilo, dan grade C dengan ukuran minimal 150 gram harganya Rp35.000 per kilo.

I Nyoman Bebas, salah seorang petani avokad asal Desa Abuan, Kintamani, Minggu  (18/5/2025) mengatakan, avokad lokal minim di pasaran. Karena itu banyak pemilik warung beralih ke avokad hass dan memilih grade C. Ini yang menyebabkan harga avokad hass mengalami penurunan. “Meski harganya menurun, tapi dibanding avokad lain harganya jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Saat ini, terangnya, harga avokad hass grade A Rp30.000 per kilo, grade B harganya Rp20.000 dan grade C hanya Rp10.000 per kilo. Penurunan harga ini juga disebabkan oleh kualitas buah yang menurun gegara serangan hama. “Meski demikian, petani tetap tertarik untuk  membudidayakan tanaman ini. Terbukti luas tanaman avokad hass terus bertambah,” tuturnya tanpa merinci lebih jauh.

Terkait dengan pangsa pasar, menurut Bebas avokad hass memang memiliki pangsa pasar tersendiri. Selain diekspor ke sejumlah negara di Asia, juga banyak dipasarkan di restoran di Bali. Hal inilah yang menyebabkan harga avokad hass berbeda jauh dengan jenis avokad lainnya. Namun, ketika produksi avokad lokal saat ini tidak ada, banyak pedagang ikut menggunakan avokad hass grade C untuk kebutuhan pelanggannya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses