Dua Senjata Api dan Puluhan Peluru Ditemukan di Rumah Tri Nugraha

  • Whatsapp
Foto : Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Dodi Rahmawan didampingi Wakajati Bali Asep Maryono memberi keterangan pers seusai polisi menggelah rumah Tri Nugraha, Rabu (2/9). Inzert : Senpi yang ditemukan di rumah almarhum. Foto: ist
Foto : Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Dodi Rahmawan didampingi Wakajati Bali Asep Maryono memberi keterangan pers seusai polisi menggelah rumah Tri Nugraha, Rabu (2/9). Inzert : Senpi yang ditemukan di rumah almarhum. Foto: ist

DENPASAR – Anggota Direktorat Reskrimum Polda Bali melakukan penggeledahan rumah mantan Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Denpasar dan Badung alm Tri Nugraha (53) di Jalan Gunung Talang, Denpasar Barat, Rabu (2/9). Dari lokasi, polisi menemukan dua pucuk senjata api serta puluhan butir peluru.

Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Dodi Rahmawan merinci, senpi yang diamankan masing-masing satu pucuk laras panjang Mauser seri 652178. Kemudian satu senpi kecil merek North American Arms berisi lima butir peluru kaliber 22. “Senjata laras panjang itu ditemukan terpajang di dinding rumah Tri Nugraha,” ungkap Dodi Rahmawan dalam jumpa pers di Polda Bali, Rabu (2/9) siang.

Selain temuan senjata api dan puluhan butir peluru, polisi juga menemukan tas pinggang berisi sejumlah peluru aktif. Yakni 28 butir peluru tajam, satu selongsong peluru panjang, 40 butir peluru kaliber 45 auto, 3 butir peluru kaliber 9 mm, 20 butir peluru 9 mm, satu magazen hitam, dua sikat pembersih senjata.

Baca juga :  Banjir Bandang Terjang Wilayah Pejarakan, Jalur Singaraja-Gilimanuk Sempat Lumpuh 3 Jam

“Kami juga temukan satu kotak senjata merek Alfa dan tiga buku senjata atas nama Tri Nugraha tetapi senjatanya tidak ada,” terang Dodi Rahmawan yang saat jumpa pers kemarin didampingi Wakajati Bali, Asep Maryono.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Direktorat Intelkam Polda Bali, kata Dodi Rahmawan, senjata api tersebut tidak terdaftar alias ilegal termasuk pistol revolver yang dipakai Tri Nugraha menembak dada kirinya hingga tewas di toilet lantai II Kejati Bali. “Kami sedang melakukan uji balistik terhadap senpi dan peluru yang ditemukan termasuk mendalami apakah senjata-senjata itu pernah dipakai melakukan suatu tindak pidana,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur ini.

Mengenai informasi bahwa Tri Nugraha pernah menjadi anggota Perbakin, Dodi Rahmawan mengiyakan tapi tidak aktif lagi. “Dokumen surat (Perbakin) tidak diperpanjang,” katanya. 003

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.