DTW Tanah Lot Sambut Gembira Program FCD

  • Whatsapp
MESKI kunjungan wisatawan belum senormal dulu, DTW Tanah Lot terus melakukan pembenahan, termasuk dalam penerapan protokol kesehatan bagi siapapun yang berkunjung. foto: gap

TABANAN – Program Free Covid Corridor (FCD) jadi harapan baru dalam membangkitkan semangat bagi para pelaku pariwisata, termasuk DTW Tanah Lot, Tabanan, Bali.

Manager Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, Rabu (24/3/2021), menyambut baik dan gembira atas program yang dicanangkan Kemenparekraf tersebut. Program FCD, katanya, harus didukung stigma positif pasar, tentang keamanan pelaku pariwisata dan pihak terkait.

Bacaan Lainnya

Dengan dimulainya vaksinasi terhadap beberapa pihak, termasuk vaksinasi untuk pelaku pariwisata yang ditargetkan Maret ini, maka akan semakin menambah keyakinan program ini akan berjalan sesuai harapan.

“Menurut kami, vaksinasi untuk pelaku pariwisata merupakan satu langkah kolosal sebagai kebangkitan pariwisata, dan memunculkan stigma positif untuk segera terwujud program FCD dan travel bubble,” ujar Sudiana.

Dia berharap, jika vaksinasi sudah dilaksanakan dan pemerintah daerah bisa menekan penyebaran virus corona, maka akan mulai muncul zona hijau di daerah-daerah di Bali. Pembukaan pintu wisatawan mancanegara pun bisa segera dilakukan.

Untuk menghadapi ledakan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, DTW Tanah Lot sudah melakukan berbagai usaha, dan kini mendapat sertifikat kelayakan dari pemerintah daerah, serta sertifikat CHSE dari Kemenparekraf RI.

Baca juga :  Pemerintah Berikan Subsidi Listrik Bagi Warga Terdampak Covid-19

“Di samping persiapan yang telah kami lakukan, juga menekankan kedisiplinan pelaksanaan dan pengawasan protokol kesehatan, baik untuk wisatawan maupun pihak terkait yang ada di DTW Tanah Lot. Selama ini, kami sudah menjalankan sesuai standar CHSE, seperti pengecekan suhu tubuh, menjaga jarak, rutin mencuci tangan atau penggunaan penyanitasi tangan, menghindari kerumunan, serta memakai masker dengan benar,” ujarnya.

Selain penyediaan wastafel dan penyanitasi tangan di pos-pos strategis sampai ke areal pantai, serta imbauan rutin dilakukan lewat pengeras suara, juga melakukan pendekatan langsung kepada pengunjung, yang dilakukan petugas di lapangan. Protokol kesehatan ini tidak hanya berlaku untuk wisatawan, tetapi juga seluruh staf DTW Tanah Lot.

Sebagai pelaku pariwisata, pihaknya pun berharap pandemi ini bisa segera berlalu, dan kondisi pariwisata bisa berangsur-angsur pulih. “Harapan kami tentunya wisatawan mancanegara bisa segera berkunjung, khususnya ke DTW Tanah Lot. Sebab, pariwisata ini sangat memengaruhi perekonomian Bali pada umumnya,” pungkas Sudiana. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.