Ditarget Rp456 M, Realisasi PAD Pertengahan Tahun Baru Rp220 M

KEPALA Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, I Wayan Ardika. Foto: ist
KEPALA Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, I Wayan Ardika. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Hingga pertengahan tahun 2025, tepatnya pekan kedua Juni, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem baru mencapai Rp220 miliar. Realisasi PAD tersebut bersumber dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan serta Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. Paling tinggi tingkar realisasinya sampai saat ini bersumber dari Pajak Daerah yang nilainya Rp147 miliar lebih.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, I Wayan Ardika, Rabu (18/6/2025) mengatakan, target PAD Karangasem tahun 2025 ini mencapai Rp456 miliar lebih. Dengan baru tercapainya Rp220 miliar lebih sampai pertengahan tahun ini, dia masih tetap optimistis target PAD bakal tercapai. Alasannya, masih ada waktu lagi enam bulan.

Read More

“Optimistis tercapai, ini kan realisasi baru pertengahan tahun. Jadi, kami masih memiliki waktu enam bulan ke depan untuk mencapai target tersebut,” ujar Ardika.

Lebih jauh disampaikan, sumber PAD Karangasem berasal dari Pajak Daerah yang ditarget Rp324 miliar lebih, dan saat ini baru tercapai Rp147 miliar lebih. Target dari Retribusi Daerah senilai Rp8,2 miliar, saat ini baru terealisasi sebesar Rp4 miliar. Untuk Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan targetnya mencapai Rp10,4 miliar, tapi hingga bulan Juni sudah melampaui dengan realisasi Rp13 miliar.  Untuk Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah targetnya Rp112,798 miliar dengan realisasi baru mencapai Rp54,887 miliar.

Ardika juga mengatakan, realisasi Pajak Daerah, terutama dari sektor yang selama ini menjadi tumpuan Pemkab Karangasem dalam mendulang PAD yakni Pajak Mineral Bukan Logam dan Bebatuan (MBLB) atau Pajak Galian C, sampai pekan kedua Juni ini realisasinya baru mencapai Rp39,284 miliar. Padahal target pajaknya mencapai Rp104 miliar di akhir tahun. “Untuk mencapai target pajak MBLB perlu kerja keras, kalau memungkinkan bisa melampaui target yang ditetapkan,” janjinya.

Selain mengandalkan dari pajak sektor galian C, pemkab Karangasem juga sangat mengandalkan pendapatan dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR). PHR yang terangkum dalam pendapatan Pajak Barang Jasa Tertentu (PBJT), tahun ini ditarget mencapai Rp115,5 miliar. Namun, sampai pertengahan bulan Juni, realisasi PBJT baru mencapai Rp62,009 miliar atau 53% dari target. Ditambahkan, PBJT-Jasa Perhotelan terealisasi Rp30,223 miliar, sedangkan PBJT-Makanan dan/atau Minuman terealisasi Rp15,009 miliar.

Ardika menambahkan, untuk mencapai target PAD tersebut, dibutuhkan kerja keras semua pihak. Tidak saja di jajaran intern BPKAD, tetapi juga seluruh elemen masyarakat Karangasem. Sebab, PAD Karangasem untuk membangun daerah di tengah efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat.

“Kami butuh dukungan semua pihak, sehingga keberlangsungan pembangunan daerah tetap berjalan di tengah efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat,” ajaknya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.