DENPASAR – DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Provinsi Bali resmi mendukung penuh kepada Gde Sumarjaya Linggih, untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Bali pada Musda Partai Golkar Bali 2025, pekan depan. Legislator lima periode di DPR RI itu dinilai memiliki kemampuan mempersatukan lintas generasi di Golkar Bali. Itu pula pertimbangan AMPI Bali siap membentengi pencalonan Demer, sapaan karib Sumarjaya Linggih.
Sekretaris DPD AMPI Bali, Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida, berujar Demer merupakan figur pemimpin komplet. Kehadiran sosok Demer dipandang makin relevan, di tengah dinamika politik dan tantangan konsolidasi partai saat ini. Singkat tutur, dukungan AMPI Bali ini lahir dari pertimbangan matang terhadap arah dan kebutuhan organisasi, bukan sekadar kedekatan emosional personal.
“Beliau teruji dalam kepemimpinan, mendalam dalam strategi, memiliki jaringan nasional yang kuat, dan unggul dalam kemampuan komunikasi lintas kepentingan. Bukan hanya punya rekam jejak, tetapi juga visi ke depan yang relevan untuk menjawab kebutuhan Golkar Bali,” ujar Wiwin, panggilan akrabnya, Sabtu (17/5/2025).
Menurut Wiwin, Golkar Bali kini membutuhkan sosok yang tidak hanya mampu membangun struktur, juga menghidupkan kembali kultur dialog dan kolaborasi yang sehat di internal partai. Berpijak dari kebutuhan itu, Wiwin mendaku Demer bukan hanya didengar di pusat, tetapi juga di daerah. Kapabilitas untuk berdialog secara egaliter itu dilihat sebagai modal penting yang tidak bisa dibeli.
Di tengah fragmentasi internal yang kerap muncul pasca-Pemilu, Golkar Bali butuh pemersatu, bukan pembelah,” sindirnya.
Tak hanya dari sisi pengalaman, imbuhnya, AMPI Bali juga menilai Demer sebagai pemimpin yang inklusif terhadap generasi muda. Pun memberi ruang aktualisasi yang terukur dan strategis. Banyak politisi yang berbicara soal regenerasi, tapi tidak semua bisa menciptakan ekosistemnya. “Pak Demer terbukti bisa menjembatani kepentingan kader senior dan junior. Ini penting untuk kesinambungan organisasi,” tandasnya.
Ketua DPD AMPI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih alias Ajus Linggih, menyuarakan pandangan seirama. Dukungan dia kepada Demer diklaim bukan semata-mata dilandasi hubungan darah semata, melainkan karena kesiapan, kelengkapan, dan ketepatan sosok tersebut dalam menjawab tantangan partai hari ini. Sebagai catatan, Ajus adalah putra dari Demer.
“Dukungan saya bukan karena beliau ayah saya, ini murni karena kapasitas dan kesiapan beliau yang nyata. Golkar Bali butuh pemimpin yang tidak sedang belajar memimpin, tapi yang sudah siap berlayar sejak hari pertama,” seru Ketua Komisi 2 DPRD Bali tersebut.
Ajus menekankan, regenerasi di partai tidak harus berseberangan dengan pengalaman. Justru regenerasi akan berjalan efektif ketika ada pemimpin yang mampu mengarahkan, mendampingi, dan memberi ruang, bukan sekadar memberi panggung. Dia optimis Golkar tidak kekurangan kader muda, tapi pada saat yang sama butuh pemimpin yang bisa menyatukan generasi. Bermodal kepemimpinan Demer yang inklusif dan kolaboratif, diyakini arah pembangunan Golkar bisa lebih terstruktur dan progresif.
“Sebagai sayap kepemudaan Partai Golkar, kami berharap Musda mendatang dapat menjadi momentum konsolidasi yang sehat, terbuka, dan bertumpu pada kapasitas, bukan hanya popularitas,” lugasnya menandaskan. hen






















