Dewan Nilai KTT G20 Harapan Kebangkitan Pariwisata Bali

WAKIL Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry (depan, kedua dari kanan). foto: ist

DENPASAR – Sektor pariwisata Bali belakangan mulai menggeliat sejak dibukanya pintu internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Namun, untuk dapat kembali gemerlap seperti sebelum pandemi Covid-19 tampaknya masih cukup jauh. Sebagai akselerasi mencapai masa keemasan pariwisata, berlangsungnya KTT G20 di Nusa Dua dinilai menjadi harapan.

Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry, saat dimintai tanggapan mengenai efek ekonomi KTT G20 mengatakan, Indonesia sebagai tuan rumah diestimasi menerima manfaat ekonomi senilai Rp7,5 triliun dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Selain itu, dampak ikutan penyelenggaraan diperkirakan ada 33 ribu tenaga kerja mendapat kesempatan kerja.

Read More

“Karena Bali menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung, kehadiran para kepala negara dan kepala pemerintahan ke Bali dapat menumbuhkan kepercayaan wisatawan. Dan, ini sangat mendorong kebangkitan pariwisata Bali dan Indonesia secara umum,” terang Ketua DPD Partai Golkar Bali tersebut, Senin (14/11/2022).

Lebih jauh diutarakan Sugawa, hal yang tidak kalah penting dibanding manfaat ekonomi adalah tampilnya kepemimpinan bangsa Indonesia di tengah pergaulan internasional. Secara politik, Indonesia mengirim pesan mampu berdiri sejajar dengan bangsa maju lain di dunia internasional, dan berperan sebagai jembatan mengatasi tantangan dan ancaman dunia.

Di sisi lain, sebagai pemegang Presidensi G20, Indonesia mengemban tanggung jawab sangat besar dan berat. Tetapi, ini kelak akan sangat bermakna sebagai catatan bersejarah bagi Indonesia di kancah internasional.

Hajatan internasional di Bali ini, sambungnya, merupakan perwujudan misi Indonesia menjembatani antara negara kaya dengan negara berkembang. Terutama sekali dalam upaya menjawab tantangan pemulihan ekonomi yang terdampak Covid-19, masalah geopolitik, perubahan iklim dan teknologi digital.

Menyatukan dan menyeimbangkan berbagai latar belakang negara dan kepentingan, serta masalah krusial yang dihadapi, merupakan ujian kepemimpinan Indonesia dalam KTT G20 yang puncak kegiatannya tanggal 15-16 November ini.

“Masalah krusial yang mesti dirumuskan jalan keluarnya adalah tantangan atas risiko perekonomian global. Juga risiko krisis pangan dan energi, instabilitas geopolitik sebagai dampak perang Rusia melawan Ukraina, potensi perang di negara lainnya, serta tanggung jawab negara-negara maju dalam risiko perubahan iklim,” ulas politisi berpostur sentosa tersebut.

Sebelumnya, Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, berharap KTT G20 berjalan aman dan lancar demi menjaga harkat-martabat bangsa di mata dunia. Apalagi topik KTT G20 membahas pemulihan ekonomi dan Covid-19 secara global, pun menata keamanan dunia secara keseluruhan di tengah konflik antarnegara.

Ditambah 17 kepala negara konfirmasi hadir, termasuk dua raksasa yakni Amerika Serikat dan China. “Itu luar biasa, mungkin nanti 20 kepala negara hadir, belum peninjau lain, ada ratusan orang penting di Bali. Minimal perdana menteri, menteri luar negeri, dan ratusan pengusaha besar,” ucapnya usai bertemu pasukan Brimob di aula belakang kantor DPRD Bali, Kamis (10/11) lalu.

Ratusan personel Brimob gabungan dari Polda Bali dan polda lain yang diperbantukan itu, merupakan bagian dari tim pengamanan KTT G20 yang dilangsungkan di Nusa Dua, Badung.
Adi Wiryatama juga mengapresiasi langkah Gubernur Koster yang jauh-jauh hari menyosialisasikan ke publik di Bali.

Sampai kepentingan orang bepergian dan melakukan upacara di kawasan sekitar lokasi KTT G20 juga diatur dan disesuaikan. Belum lagi melaksanakan ritual secara Hindu dengan doa oleh 1.000 pendeta, juga dari lintas agama. Pendek kata, Bali siap secara sekala- niskala. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.