POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Pemerintah Kota Denpasar, melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, raih piagam penghargaan sebagai praktik baik terpilih kategori cerita praktik baik di pemerintah daerah pada Sayembara Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) 2025 kategori Pemerintah Kota.
Penghargaan dari Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI ini diterima Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, mewakili Wali Kota Denpasar, diserahkan langsung Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Redtop Hotel & Convention Center Jalan Pecenongan No. 72, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025). Penyerahan penghargaan ini sekaligus dirangkai dengan peluncuran Jaringan Teman Sebaya dalam Gerakan Rukun Sama Teman.
Denpasar menjadi satu-satunya daerah kategori Pemerintah Kota di Indonesia yang meraih penghargaan tersebut. Pemerintah daerah lain yang menerima penghargaan itu yaitu Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Sleman, dan Maluku Tenggara.
Sebelumnya, Puspeka Kemendikdasmen menyelenggarakan Sayembara Cerita Praktik Baik sebagai ajang apresiasi dan pembelajaran bersama atas berbagai inisiatif positif yang diterapkan di daerah dan satuan pendidikan. Penghargaan ini sebagai apresiasi terhadap inovasi, keteladanan, dan komitmen dalam menghadirkan praktik pendidikan yang membentuk karakter anak bangsa.
‘’Terima kasih kepada seluruh insan pendidikan di Kota Denpasar yang terus bergerak menghadirkan praktik baik di satuan pendidikan. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk semakin memperkuat budaya karakter dan menghadirkan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berdaya!’’ ujar Agung Wiratama.
Agung Wiratama menekankan bahwa pembiasaan sederhana 7 KAIH dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap pembentukan karakter anak. “Tujuh kebiasaan ini terlihat sepertinya merupakan aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Namun ternyata dibalik kebiasaan-kebiasaan ini mengandung efek yang luar biasa besar sekali. Jadi, hal besar itu hanya bisa terbentuk atau tercapai melalui hal-hal kecil yang dilakukan secara kontinu. Proses pembiasaan ini akan membentuk kebiasaan dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten akan terhabituasi dalam kehidupan sehari-hari sehingga membentuk karakter dan kepribadian,” ucapnya yang yakin, jika proses ini dilakukan secara kolektif, maka akan membentuk peradaban bangsa. tra























