Demokrat ‘’Ampuni’’ Kader Gagal di Lima Pilkada di NTB

  • Whatsapp
KETUA DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri, bersama Sekretaris Zainul Aidy saat memandu pengucapan sumpah, janji serta ikrar kader Demokrat NTB untuk setia terhadap kepemimpinan AHY selaku Ketua Umum DPP Demokrat, Jumat (5/2/2021). Foto: rul
KETUA DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri, bersama Sekretaris Zainul Aidy saat memandu pengucapan sumpah, janji serta ikrar kader Demokrat NTB untuk setia terhadap kepemimpinan AHY selaku Ketua Umum DPP Demokrat, Jumat (5/2/2021). Foto: rul

MATARAM – DPD Partai Demokrat NTB menggelar rapat evaluasi kinerja internal partai, khususnya di tingkat daerah, menyusul kekalahan di lima Pilkada 2020 di NTB. Rapat dipimpin Ketua DPD, TGH Mahally Fikri, bersama Sekretaris Zainul Aidy itu dihadiri seluruh ketua DPC se-NTB bersama anggota Fraksi Demokrat DPRD NTB, di kantor DPD Partai Demokrat di Mataram, Jumat (5/2/2021).

Mahally Fikri mengatakan, rapat evaluasi itu untuk mengetahui akar masalah dan kendala yang dihadapi para kader selama mengikuti Pilkada 2020 lalu. Menurut dia, kendati Demokrat tidak memperoleh hasil ideal alias kurang beruntung, tapi dia bangga terhadap soliditas kader partai yang bergerak dan nyata berjuang mengamankan keputusan partai, yang merekomendasikan paslon kepala daerah di enam daerah.

Bacaan Lainnya

‘’Kecuali KSB yang kami memang tidak mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati. Untuk enam daerah itu kami puas dengan hasil suara partai yang naik signifikan bila dibandingkan pada Pemilu sebelumnya,’’ kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD NTB itu usai rapat evaluasi.

Dia mengungkapkan, dari enam wilayah yang diikuti Demokrat, hanya satu paslon di Kabupaten Bima yang berhasil diantarkan ke kemenangan. Di lima wilayah lainnya Demokrat kalah dari paslon yang diusung parpol lain. Namun, kembali dia mendaku bangga dengan kader partainya, karena di Lombok Tengah, Kota Mataram dan KLU raihan suaranya naik signifikan.

Baca juga :  Informasi Pejenengan Puri Agung Klungkung Mesuara, Bupati Klungkung Terbitkan Surat Edaran

Terkait kekalahan Najmul Akhyar yang calon petahana di KLU, menurut Mahally, kenyataan itu bukan semata-mata karena kader partai tidak solid bergerak. Dia mengklaim ada laporan kader serta pantauan langsung DPD, faktor lain yang menjadi penyebab kekalahan petahana itu. Ketika survei, jelasnya, memang sejak awal Najmul unggul. Namun, sisa seminggu menjelang pencoblosan, ada faktor X yang tidak bisa dia sebutkan. 

‘’Biarkan faktor X itu menjadi konsumsi internal kami untuk dilakukan perbaikan ke depannya. Kekalahan di Pilkada bagi Demokrat merupakan sasaran antara untuk melakukan perbaikan dan konsolidasi organisasi menjelang Pemilu 2024,’’ ulasnya.

Mahally menambahkan, jika melihat tren suara paslon yang diusung partainya, dia optimis saat Pemilu 2024 nanti Demokrat akan bisa bersinar dan lebih baik dari Pemilu sebelumnya. ‘’Target kami untuk merebut kursi pimpinan DPRD NTB seperti Pemilu sebelumnya,  kok saya yakin akan bisa? Ini membuktikan kader kami solid dan tidak ada pengkhianatan saat Pilkada 2020 lalu,’’ klaimnya.

Terkait sanksi kepada ketua DPC dan jajarannya yang kalah pada Pilkada 2020, Mahally memastikan tidak ada pemecatan atau sanksi lainnya. ‘’Saya pastikan  enggak ada pemecatan, karena saya lihat langsung militansi kader berjuang kok. Yang penting kami sudah ikhtiar dan soal hasil itu adalah rahasia Allah SWT,’’ ujarnya memberi alasan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.