DENPASAR – Anggota DPR RI, I Gde Sumarjaya Linggih, terus bergerak untuk tetap berbagi kepada masyarakat di tengah kondisi pandemi Covid-19. Melalui para relawannya di Yayasan Gumi Suci Lestari (GSL), politisi yang biasa disapa Demer itu melanjutkan bagi-bagi nasi bungkus di wilayah Denpasar, Buleleng dan Tabanan. Setelah ini, Demer menyiapkan skema untuk membantu kalangan UMKM bertahan menghadapi kelesuan ekonomi dihajar pandemi.
Koordinator Relawan GSL, Gusti Ayu Putu Ardaba Kory, Minggu (1/8/2021) mengatakan, berbagi nasi bungkus tersebut sudah hari ke-12 dijalankan untuk di Buleleng dan Denpasar. Lokasi yang dipilih adalah tempat strategis yang dilintasi warga dan pemotor, dengan sekali bergerak menyalurkan 100 bungkus. “Selain di Denpasar dan Buleleng, ada juga di Tabanan,” sebutnya.
Demer yang dihubungi di kesempatan terpisah menambahkan, bagi-bagi nasi bungkus itu bersifat temporer saja. Idenya datang karena melihat sulitnya masyarakat mendapat makanan sejak diberlakukannya PPKM Darurat pada awal sampai medio Juli lalu. Dia berkata tidak ada target sampai berapa lama menyiapkan nasi bungkus untuk warga itu, karena sifatnya situasional.
“Karena gagasannya menimbang situasi PPKM Darurat, keberlanjutannya juga bergantung PPKM. Kalau PPKM berlanjut dan masyarakat masih susah cari makan, ya kami lanjutkan,” urai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut.
Meski terlihat sepele, Demer menilai berbagi nasi bungkus itu mulai menjamur belakangan dijalankan oleh banyak kelompok, termasuk kalangan politisi. Bahkan di sejumlah banjar juga dilakukan aksi sosial serupa. Intinya, tegas Demer, berbagi nasi bungkus itu hanya letupan kecil saja untuk mengurangi kesusahan orang lain. “Nanti ada letupan lainnya,” kata mantan Plt. Ketua DPD Partai Golkar Bali tersebut.
Disentil apakah tidak ada niat “naik kelas” dengan mengucurkan bantuan lebih besar tinimbang nasi bungkus, Demer dengan nada bersemangat menyatakan ada. Yang pertama, urainya, yakni bantuan paket sembako dengan target dapat terkumpul 2.500 paket. Dia tidak sendirian, melainkan mengajak relasinya untuk sama-sama menyumbang bagi masyarakat Bali.
“Kami rencanakan 2.500 paket sembako dengan satu paket senilai 100 ribu, ya 250 jutalah. Ini masih telepon-telepon sponsor yang mau bergabung,” kelakarnya.
Sasaran yang dituju, jelasnya, untuk tahap awal diprioritaskan untuk para pekerja pariwisata. Pertimbangannya, pekerja pariwisata merupakan entitas yang paling terpuruk gegara pandemi, karena bisnis pariwisata mati total. Ketika pekerja sektor lain masih bisa bertahan, kalangan pariwisata benar-benar tidak ada pegangan lain.
Tahap berikutnya, tambah Demer, adalah merancang skema membantu kalangan UMKM untuk memperluas akses mendapat permodalan. Dia mendaku sedang menyusun program bantuan terhadap manajemen pemberdayaan UMKM, dengan menggandeng Pegadaian, Penanaman Modal Madani (PNM) dan BRI. Misalnya ada UMKM kesulitan kredit tapi punya barang, mereka bisa mengakses layanan Pegadaian. Atau bisa juga dibantu BRI jika ada yang ingin mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kan tidak semua UMKM paham soal KUR, itu kami atensi dengan sosialisasi program pemerintah ke mereka. Yang sudah eksis agar bertahan dan kembangkan usaha baru, yang baru agar bisa muncul. Ini juga sesuai instruksi Ketua Umum kami, Pak Airlangga Hartarto, agar kader partai selalu bekerja dan berkarya untuk membantu masyarakat saat pandemi,” lugas politisi asal Buleleng tersebut. hen























