Demer “Promosikan” Airlangga Lewat Kuis Kebangsaan, Ingatkan Milenial Jaga Kebinekaan

  • Whatsapp
DEMER saat berdialog dengan memberi kuis kebangsaan kepada kaum milenial peserta seminar 4 Pilar Kebangsaan di Trans Hotel Seminyak, Badung, Senin (15/11/2021). Foto: hen
DEMER saat berdialog dengan memberi kuis kebangsaan kepada kaum milenial peserta seminar 4 Pilar Kebangsaan di Trans Hotel Seminyak, Badung, Senin (15/11/2021). Foto: hen

MANGUPURA – Di mana ada niat, di sana ada jalan. Sadar audiensnya saat seminar 4 Pilar Kebangsaan di Trans Hotel Seminyak, Badung nyaris semua kalangan milenial dan generasi Z, I Gde Sumarjaya Linggih, memanfaatkan itu untuk membumikan figur sang Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Senin (15/11/2021). Agar tidak merusak pesan utama yakni menanamkan jiwa nasionalisme, Korwil DPP Partai Golkar Bali-Nusra itu “mempromosikan” Airlangga, yang juga calon Presiden dari Golkar, lewat kuis kebangsaan.  

Ceritanya begini. Untuk mencairkan suasana, politisi yang biasa disapa Demer itu, bertanya kepada peserta seminar siapa nama Menko Perekonomian yang juga Ketua Pemulihan Ekonomi Nasional. “Beliau ini yang menangani pemulihan ekonomi kita, juga mengurus penanganan Covid-19. Ayo, siapa bisa jawab silakan ke depan,” serunya dalam acara dengan moderator dadakan Wayan Suyasa, Ketua DPD Partai Golkar Badung, itu.

Bacaan Lainnya

Ditanya begitu, sempat beberapa saat tidak ada peserta yang berani maju. “Wah, masa tidak ada yang tahu? Ayo, yang tahu silakan maju,” tantangnya kembali, mungkin juga sekalian menakar seberapa dikenal Airlangga di kalangan milenial di Bali. Entah karena awalnya malu atau segan, akhirnya ada juga peserta yang berani tampil maju. Begitu menjawab yang dimaksud adalah Airlangga Hartarto, sembari tersenyum Demer memberi hadiah tas kuning bergambar Airlangga-Demer berisi jaket.

Baca juga :  Giri Prasta-Suiasa Temu Wirasa di Kedonganan, Komit Pulihkan Ekonomi, Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Digital

Melihat ada gejala peserta seperti takut-takut untuk mencoba tampil, Demer berkata kelemahan orang Indonesia adalah takut mencoba karena takut gagal saat diberi kesempatan. Dia mengingatkan orang mencoba ada dua kemungkinan: berhasil atau gagal. Namun, jika tidak berani mencoba, sudah pasti gagal.

“Makanya di sini saya ajak untuk berani mencoba, di Bali ini kelemahan kita malu-malu untuk tampil. Angkat tangan saja tidak penuh seperti ini,” ucap Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu sembari menunjukkan gaya peserta setengah hati mengacungkan tangan.

Terlepas dari kuis kebangsaan itu untuk intermezo itu, saat membincang 4 Pilar Kebangsaan, Demer menekankan betapa pentingnya Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI terus digemakan di rakyat Indonesia. Meski terdiri dari banyak suku bangsa, Indonesia menjadi satu negara yang rakyatnya akrab, rukun, dan toleran. Sebaliknya di belahan dunia lain, ada teritori yang suku bangsanya satu tapi negaranya banyak. Pun saling bentrok seperti yang terjadi di Timur Tengah.

Dia mencontohkan bagaimana sejumlah negara di Timur Tengah yang awalnya kaya raya, tapi kini hancur gegara perang saudara. Irak dan Suriah dijadikan contoh bagaimana perang memporak-porandakan negara itu, dan rakyatnya mengungsi ke mana-mana. “Kita tentu tidak ingin jadi pengungsi bukan? Karena itu jangan mau diadu-domba di negeri sendiri. Mari kita jaga kebinekaan kita,” ajaknya.

Baca juga :  KONI Badung dan KONI Kota Batu Tandatangani Kerjasama di Bidang Pembinaan Olahraga

 “Negara kita itu dianggap jadi negara besar, baik dari segi jumlah penduduk dan juga potensi ekonomi luar biasa. Itu akan mundur jika 4 Pilar Kebangsaan kita terganggu. Karena itu kita jangan lengah, jaga terus kebinekan kita, karena apa yang seragam tidak akan menarik. Justru harmoni (berbeda-beda) jadi kesatuan itu membuat indah,” pesannya.

Hal strategis lain yang diingatkan yakni kemerdekaan yang diperoleh saat ini jangan sampai dinikmati secara berlebihan dengan mengeksploitasi kemerdekaan orang lain, karena rentan menimbulkan perpecahan. Salah satunya ingin merdeka atau membentuk negara sendiri. “Kalau Bali ingin merdeka, nanti jadi negara kecil. Timor Leste itu susah sekarang, karena dulu egonya tinggi ingin merdeka. Ini pelajaran buat kita untuk menjaga 4 Pilar Kebangsaan kita,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.