Deklarasi Erick-Bahlil Dituding Upaya Pembusukan Internal

KETUA BPD Hipmi Bali, I Gusti Nyoman Darmaputra (kedua kiri) saat bersama Ketua Umum BPP Hipmi, Mardani H. Maming (dua kanan). Foto: ist
KETUA BPD Hipmi Bali, I Gusti Nyoman Darmaputra (kedua kiri) saat bersama Ketua Umum BPP Hipmi, Mardani H. Maming (dua kanan). Foto: ist

DENPASAR – Adanya deklarasi Erick Thohir dan Bahlil Lahadalia sebagai pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) 2024-2029 memancing emosi Keluarga Besar Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi). Mereka mengecam deklarasi tersebut karena Indonesia saat ini sedang fokus menghadapi ancaman wabah virus Corona.

Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Provinsi Bali, I Gusti Nyoman Darmaputra, mendukung pernyataan Ketua Umum BPP HIPMI, Mardani H. Maming, yang mengecam deklarasi. Dia menilai manuver itu ingin menjatuhkan nama baik kedua seniornya di Hipmi. Apalagi bangsa bekerja keras menuntaskan wabah virus Corona, termasuk di Bali, di mana Erick dan Bahlil ikut serta dalam proses tersebut. Dia yakin Erick dan Bahlil tidak tahu adanya deklarasi dimaksud. “Kami menyayangkan ada pihak-pihak yang mencoba mengganggu konsentrasi para menteri pembantu Presiden Jokowi dengan cara dukung-mendukung untuk Pilpres 2024,” tegasnya, Sabtu (14/3/2020).

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Mardani H. Maming di Jakarta dalam keterangannya, Kamis (12/3) mengecam aksi deklarator tersebut. Hipmi menilai deklarasi tersebut tidak etis dan bertujuan merusak nama baik Ercik dan Bahlil. Keluarga besar Hipmi, lugasnya, minta pihak yang dalam beberapa hari ini mengganggu konsentrasi bangsa untuk menghentikan tindakannya. Maming menuding deklarasi bertujuan merusak nama baik kedua senior Hipmi tersebut. “Kami juga menduga tindakan deklarasi ini dilakukan untuk menjerumuskan dan pembunuhan karakter terhadap kedua senior kami itu,” tegasnya.

Baca juga :  Pasar Murah Jembrana, Capai Transaksi Rp72 Juta

Manuver ini, jelasnya, sama artinya para deklarator tengah melakukan pembusukan nama baik pemerintah dan Hipmi. Hipmi merasa tercederai, karena kampanye dan deklarasi dicurigai bertujuan mengganggu aksi bersih-bersih kedua menteri andalan Presiden Jokowi tersebut. Maming minta semua pihak memberi waktu untuk Erick dan Bahlil bekerja keras membenahi Indonesia di kementerian masing-masing. Kecurigaan ada kampanye negatif itu lahir, sambungnya, karena pelaku deklarator tidak pernah muncul secara terbuka, tidak pernah berkoordinasi, bahkan cenderung menyembunyikan identitasnya.

“Mungkin ada pihak yang tidak mendukung upaya bersih-bersih dan juga perbaikan layanan investasi Indonesia. Tapi sudahlah, mari kita satukan tangan, memajukan bangsa Indonesia dan menghalau Corona beserta dampak yang ditimbulkan,” tandasnya. 016

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.