POSMERDEKA.COM, BANGLI – Ikan memiliki kandungan lemak omega 3 yang cukup tinggi, dan cocok dikonsumsi balita serta ibu hamil (bumil). Jadi, mengonsumsi ikan bisa mencegah stunting. Karena itu, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli terus menggalakkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Bangli. Demikian dijelaskan Kadis PKP Bangli, I Wayan Sarma, Senin (23/6/2025).
Sarma menguraikan, program Gemarikan dilaksanakan sejak tahun 2019. Tujuannya untuk meningkatkan status gizi masyarakat, menggalang sektor perikanan untuk peningkatan pendapatan masyarakat, dan perluasan lapangan kerja. Selama ini, jelasnya, potensi perikanan darat di Bangli begitu besar. Data statistik produksi perikanan Bangli tahun 2024 menunjukkan mencapai 4.309 ton.
“Kalau dipersentase, berarti produksi ikan Bangli mencapai 45,4% dari produksi ikan darat di Bali. Produksi ikan darat Bangli cukup besar di Bali,” katanya.
Dia mendaku akan terus mengedukasi masyarakat terkait betapa pentingnya mengonsumsi ikan darat. Dampak dari program Gemarikan ini, lanjutnya, angka makan ikan masyarakat yang hanya 25,35 kg/kapita setahun, pada tahun 2024 naik tajam menjadi 51,72 kg, per kapita/tahun. Ini berada di atas rata-rata Provinsi yang hanya mencapai 51,13 kg per kapita/ per tahun. “Sementara untuk nasional kita masih jauh. Untuk nasional mencapai 62,27 kg per kapita/ tahun,” bebernya.
Esensi Gemarikan ini, imbuhnya, ada dua. Pertama, sosialisasi dan edukasi untuk siswa atau untuk masyarakat umum. Kedua, pemberian paket ikan, tapi ini hanyalah promosi, yang mana dalam paket ikan ini ada tuna, ikan nila, ikan kembung, naget dan kerupuk ikan.
Terkait jumlah paket, Sarma berujar untuk tahun 2025 jumlahnya mencapai 660 paket. 510 paket untuk anak-anak SMP, sementara 70 paket untuk balita stunting di lima desa yang ada di empat kecamatan. “Yang menggembirakan, program makan ikan ini sudah diterapkan oleh Pemdes Batur Utara lewat Dana Desa. Program ini sangat bagus, di satu sisi bisa meningkatkan status gizi masyarakat, di sisi lain bisa membeli produk masyarakat yang punya KJA di Danau Batur,” pungkasnya. gia
























