Cegah Penyebaran Corona, Pade Wareg Eco Park Diguyur Eco Enzyme

  • Whatsapp
KETUA DPRD Gianyar menyemprotkan disinfektan organik Eco Enzyme di Pade Wareg Eco Park. Foto: adi
KETUA DPRD Gianyar menyemprotkan disinfektan organik Eco Enzyme di Pade Wareg Eco Park. Foto: adi

GIANYAR – Ditutupnya objek wisata selama PPKM oleh pemerintah dimanfaatkan beberapa pemilik objek wisata untuk penataan. Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, juga ikut berpartisipasi untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di objek wisata itu, dengan menyemprot eco enzyme di objek wisata Pade Wareg Eco Park di Banjar Mancawarna, Desa Sanding, Tampaksiring, Minggu (8/8/2021).

Tagel Winarta mengatakan, penyemprotan eco enzyme merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Dia menyebut eco enzyme merupakan cairan fermentasi limbah organik buah-buahan dan sayur, diyakini dapat memangsa virus-virus berbahaya yang terdapat di udara. “Selain disemprotkan ke udara, lingkungan kita, dapat juga sebagai hand sanitizer,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Dia berharap, setelah objek wisata dibuka, tidak ada keraguan lagi bagi wisatawan untuk berkunjung ke Pade Wareg Eco Park. Karena selain menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19, juga rutin dilakukan penyemprotan eco enzyme. 

Pemilik Pade Wareg Eco Park, Agus Leo Wibawa, mengaku rutin menyemprot eco enzyme untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dia ingin pengunjung merasa nyaman dan tidak khawatir berkunjung ke Pade Wareg Eco Park. Selain menerapkan prokes secara ketat, juga rutin disemprot disinfektan organik eco enzyme. 

Baca juga :  Update Covid-19 Bali: Pasien Sembuh Tembus 92,24%, Masih Dirawat Tersisa 4,50%

Pade Wareg Eco Park, jelasnya, merupakan objek wisata kuliner dan alam. Karena itu, lingkungan di sekitar harus dijaga dengan baik. Untuk itu, dia semaksimal mungkin mengurangi bahan kimia dan beralih ke organic, salah satunya dengan memanfaatkan eco enzyme. “Kami akan mengurangi menggunakan bahan kimia, dan akan memanfaatkan eco enzyme untuk mencuci piring, membersihkan meja, dan cuci tangan,” tuturnya.

Sebagai pengelola, dia berharap PPKM tidak diperpanjang lagi. Dengan begitu masyrakat bisa beraktivitas kembali, dan juga pariwisata dibuka. Apalagi dia sangat siap untuk menerima kunjungan wisata, dan akan menerapkan prokes sesuai imbauan pemerintah. “Kesehatan sangat penting, apalagi kami yang juga menyajikan wisata kuliner. Keselamatan dan kepuasan pengunjung merupakan hal yang utama bagi kami,” jaminnya.

Humas Pade Wareg Eco Park, Gus Renaldi, menambahkan, selama PPKM pihaknya tidak merumahkan karyawan. Karyawan diajak melakukan penataan dan juga melakukan penyemprotan eco enzym yang merupakan disinfektan organik. “Karyawan tetap kerja, hanya saja diajak melakukan penataan objek wisata,” tandasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.