Minimalisir Bau Busuk, Danau Batur Dibersihkan Eco Enzyme

  • Whatsapp
WAKIL Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles, menggandeng Komunitas Eco Enzyme Bangli, menebarkan ratusan liter cairan eco enzyme di sejumlah titik perairan Danau Batur, Sabtu (7/8/2021). Foto: ist
WAKIL Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles, menggandeng Komunitas Eco Enzyme Bangli, menebarkan ratusan liter cairan eco enzyme di sejumlah titik perairan Danau Batur, Sabtu (7/8/2021). Foto: ist

BANGLI – Akibat fenomena semburan belerang di Danau Batur, sedikitnya 26 ton ikan mati dan membusuk sampai menimbulkan bau tak sedap. Untuk mengurangi pencemaran bau busuk di Danau Batur, Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles, menggandeng Komunitas Eco Enzyme Bangli, menebarkan ratusan liter cairan eco enzyme di sejumlah titik perairan Danau Batur, Sabtu (7/8/2021).

Menurut Carles, Minggu (8/8/2021), penebaran cairan eco enzyme tersebut sebagai bentuk kepedulian anggota komunitasnya setelah melihat kondisi perairan Danau Batur setelah semburan belerang. “Ini kami lakukan untuk meminimalisir penceramaran Danau Batur akibat bangkai ikan,” sebut legislator asal Desa Batur itu.

Bacaan Lainnya

Dia menilai masyarakat bersama OPD terkait sudah melakukan upaya maksimal untuk membersihkan dan mengangkut limbah ikan. Namun, masih ada sisa-sisa bangkai ikan, yang tentu menyebabkan bau tidak sedap dan polusi udara. Karena itu dia bersama belasan anggotanya sepakat secara swadaya menyumbangkan eco enzyme untuk dituangkan ke Danau Batur.

Sedikitnya 200 liter dikumpulkan untuk dituang langsung di perairan Danau Batur di wilayah Desa Kedisan. Tapi dia merasa jumlah sumbangan itu masih minim. Sebab, sesuai ketentuan pemakaian, perbandingannya 1 liter eco enzyme dicampur 1 kubik air (1.000 liter). “Kalau dibandingkan dengan volume air Danau Batur, jelas jumlah itu sangat kurang,” terang politisi Partai Demokrat itu.

Baca juga :  Jadwal Wakil Indonesia Sabtu Ini: Zohri Beraksi, Greysia/Apriyani dan Ginting Jadi Harapan Tradisi Emas

Untuk itu, Carles berharap masyarakat bisa turut memproduksi eco enzyme yang mempunyai manfaat multiguna, apalagi cara membuatnya juga sangat mudah. Eco enzyme, jelasnya, dibuat dari bahan sederhana. Campurannya, 1 banding 3 banding 10, yakni 1 kg gula aren (molase) berbanding 3 kg limbah buah atau sayur dan 10 liter air.

“Eco enzyme mempunyai banyak manfaat, bisa digunakan layaknya disinfektan alami. Sebab, sesuai hasil penelitian, eco enzyme mampu mengurai bakteri berbahaya menjadi bakteri positif, sehingga sangat ramah lingkungan,” ungkapnya menandaskan. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.