Cegah Klaster Baru Corona, PTM Terbatas Harus Dievaluasi Berkala

  • Whatsapp
PELAKSANAAN PTM Terbatas di SMP PGRI 3 Denpasar. PTM Terbatas wajib dievaluasi setiap minggunya sehingga tak sampai memunculkan klaster baru penularan Covid-19. Foto: tra
PELAKSANAAN PTM Terbatas di SMP PGRI 3 Denpasar. PTM Terbatas wajib dievaluasi setiap minggunya sehingga tak sampai memunculkan klaster baru penularan Covid-19. Foto: tra

DENPASAR – Praktisi pendidikan, Prof. Putu Rumawan Salain, mengingatkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di sekolah di Denpasar jangan sampai menjadi klaster baru penularan Covid-19. Karena itu, ia berpesan pelaksanaan PTM Terbatas harus dievaluasi setiap minggunya.

‘’Jika terbukti ada penularan virus maka mau tidak mau harus diambil tindakan tegas demi keselamatan semua pihak,’’ lugasnya, Selasa (5/10/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Rumawan Salain, jika situasi terus membaik dengan menurunnya level PPKM, alangkah baiknya PTM Terbatas ditingkatkan secara bertahap, namun jika memburuk maka PTM Terbatas wajib dihentikan. Inilah kata dia bentuk tanggung jawab pemerintah lebih memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, para guru serta warga sekolah.

‘’Saya berharap sekolah-sekolah yang menyelenggarakan PTM Terbatas ini dapat melakukan evaluasi setiap minggunya, terutama mengenai protokol kesehatan dan keamanan dari seluruh warga sekolah,’’ kata Rumawan Salain mengingatkan.

Mantan Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar ini mendaku, sejak PTM Terbatas diberlakukan, Jumat (1/10/2021), denyut nadi pendidikan telah mewarnai kota Denpasar. Orang tua, guru, tenaga pendidik, masing- masing mulai menyiapkan tugas yang diembannya.

Rumawan Salain berujar, hendaknya PTM Terbatas tidak disertai dengan eforia melainkan tetap waspada dan hati-hati dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.    Pemerintah dan pihak sekolah ada baiknya menyertakan pengawasan internal dan eksternal secara terpadu.

Baca juga :  BPOM Dorong Daya Saing UMKM Bali

‘’Bila perlu dapat bekerja sama dengan pecalang yang ada di sekitar sekolah. Kejujuran para pihak dalam proses belajar mengajar hendaknya dikedepankan agar setiap indikasi atau gejala terpapar segera diisolasi agar tidak terjadi klaster rumah tangga ataupun sekolah,’’ serunya.

Kegiatan PTM Terbatas, sambung Rumawan Salain, hendaknya bukan menjadi temu kangen bagi peserta didik, pendidik, atau keduanya. Catatan teknis yang perlu mendapat perhatian adalah mencegah kerumunan dengan mengatur jarak, penyediaan fasilitas cuci tangan dengan sabun, hand sanitizer yang sepadan dengan jumlah siswa, menggunakan masker secara baik dan benar (bila perlu dobel masker), serta tidak memperkenalkan anak-anak saling pinjam atau tukar alat tulis, buku, tumbler dan lainnya.

Bagi siswa yang diantar maupun dijemput hendaknya dilakukan tepat waktu agar mereka tdk berkumpul di satu titik. ‘’Besar harapan kita bersama agar PTM Terbatas ini mampu menumbuhkan semangat belajar bagi siswa setelah hampir dua tahun tidak melakukan tatap muka. Diharapkan dalam waktu 1 sampai 2 bulan ke depan ada evaluasi pelaksanaannya agar anak-anak yang belum tergabung melaksanakan PTM Terbatas dapat diizinkan oleh orang tuanya,’’ ujarnya menandaskan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.