POSMERDEKA.COM, BANGLI – DPRD Bangli mendorong eksekutif melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi potensi sumber-sumber pendapatan dengan tata kelola berbasis elektronik. Pertimbangannya, pendapatan tahun 2024 tidak sesuai dengan target. Demikian disampaikan Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, Senin (30/12/2024).
Menurut Suastika, upaya yang dilakukan harus berpikir cerdas, sesuai masterplan yang dicanangkan bersama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. “Intensifikasi dan ekstensifikasi pengelolaan PAD harus kita lakukan. Semua tata kelola harus berpedoman elektronik,” ujarnya.
Tata kelola berbasis elektronik, sambungnya, dilakukan untuk menekan kebocoran dan memberi kenyamanan pada wisatawan yang berkunjung ke Bangli. Terlebih target PAD Bangli tahun 2025 dipatok sebesar Rp307 miliar. “Dari target pendapatan yang ditetapkan tahun 2024, PAD sudah terealisasi. Dari keseluruhan pendapatan memang ada yang tercapai, ada juga yang tidak tercapai,” sebutnya.
Realisasi PAD, imbuhnya, sudah memenuhi RPJMD, bahkan lebih tinggi. Namun, bila hanya mengharapkan itu saja belum cukup. Melihat kondisi fiskal yang ada, dia bilang harus tetap melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah atasan, guna memaksimalkan pendapatan transfer dari Provinsi maupun pusat. “Kembali saya berharap dalam tata kelola PAD harus dirapikan, dan dibuat terkini terus dengan sistem berbasis elektronik,” pungkasnya. gia
























