Cegah Dana Gelap Kampanye, PPATK Awasi Transaksi Keuangan Peserta Pemilu

DEPUTI Bidang Pelaporan dan Kepengawasan Kepatuhan PPATK, Maimirza. Foto: alt

MANGUPURA – Jelang Pemilu Serentak 2024, para kandidat peserta pemilu mulai mengumpulkan dana untuk membiayai kontestasi. Guna mencegah dana kampanye yang bersumber dari hal ilegal, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan pertemuan koordinasi tim kerja analisis terkait Pemilu dan Pilkada pemilihan 2024 di Badung, Kamis (9/3/2023).

Deputi Bidang Pelaporan dan Kepengawasan Kepatuhan PPATK, Maimirza, mengungkapkan, tim koordinasi ini meliputi lembaga jasa keuangan, lembaga pengatur, KPU, hingga Bawaslu. “Tujuannya agar tidak terjadi dana ilegal yang masuk dalam masa kampanye,” jelasnya.

Read More

Dia mengungkapkan, dari hasil riset PPATK, dana kampanye sudah dikumpulkan mulai saat ini meski Pemilu baru berlangsung pada Februari 2024. Sebab, sambungnya, masa kampanye dimulai enam bulan sebelum pemungutan suara.

Menurutnya, tim koordinasi ini bukan mencari kesalahan, tapi untuk mengedukasi bahwa apa pun transaksi dalam pemilu itu dalam pengawasan. “Jadi, kami harap para caleg, pasangan calon kepala daerah, calon kepala negara, hingga tim sukses itu yang lurus-lurus saja, yang legal-legal saja,” pesannya.

Dia menguraikan, Pemilu 2024 bertujuan mencari pemimpin, sehingga diharapkan prosesnya bersih, dan yang terpilih juga bersih. PPATK disebut punya data, begitu juga dengan KPU. Data-data tersebut akan disandingkan.

Disinggung adanya indikasi transaksi dana pemilu di bawah tangan alias tidak masuk ke rekening dana kampanye, dia berharap peran serta masyarakat ikut berpartisipasi mengawasi.

Dia menyebut saat ini semua mata sudah tajam, informasi ada indikasi seperti itu tentu akan didalami kebenarannya. “Tidak boleh itu. Kalau ada seperti itu bisa laporkan ke Bawaslu atau bisa ke PPATK. Identitas pelapor akan dilindungi,” jaminnya.

Maimirza berharap Pemilu Serentak 2024 berlangsung jujur, adil, berintegritas, dan akuntabel. Integritas ini yang diharap bahwa satu kontestasi dilakukan secara jujur agar integritas terjamin.

“Kami tim koordinasi akan ada dalam proses ini. Kami bukan wasit, tapi pengawas dalam proses ini. Tujuan kami satu, memperoleh pemimpin berkualitas demi kebaikan bersama,” tegasnya memungkasi. alt

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.