Caplok Sawah Produktif, Pembangunan Pabrik Rokok di Desa Penyaringan Disorot

PELETAKAN batu pertama (ground breaking) fasilitas produksi baru PT Mitra Prodin dengan nilai investasi Rp200 miliar dilakukan pada Rabu (23/3/2022). foto: ist

JEMBRANA – Pembangunan fasilitas produksi PT Mitra Prodin di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana disorot. Pembangunan pabrik tersebut mencaplok lahan sawah produktif seluas 5 hektare yang merupakan wilayah resapan banjir.

PT Mitra Prodin merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufacturing produsen, grosir dan distributor berbagai perlengkapan rokok. Peletakan batu pertama (ground breaking) fasilitas produksi baru PT Mitra Prodin dengan nilai investasi Rp200 miliar dilakukan pada Rabu (23/3/2022).

Bacaan Lainnya

Sejumlah warga sekitar yang ditemui saat peletakan batu pertama mengatakan, keberadaan pabrik dari Mitra Prodin ini sebenarnya sudah menjadi perbincangan hangat di Jembrana, sehingga seharusnya pihak pemda melakukan kajian ulang terkait dengan tata ruang Jembrana.Terlebih RTRW di kawasan tersebut merupakan kawasan hijau dan pariwisata.

“Kalau ini dibiarkan, sudah dipastikan sekitar pembangunan proyek ini akan mengalami banjir terlebih di musim hujan karena daerah resapannya sudah beralih fungsi menjadi pabrik,” kata Armika, warga setempat.

Hal senada diungkapkan Suarnata, warga lainnya. Keberadaan pabrik ini sudah jelas mencaplok lahan pertanian produktif. Apalagi perusahaan ini diduga belum melengkapiperizinan, tetapi kenyataannya sudah mulai bekerja.

Untuk itu, warga pun berharap pemerintah menghentikan pembangunan atau pemerataan tanah di lokasi pembangunan itu. “Belum punya izin kok malah sudah jalan? Ini harus dihentikan,” sorot warga.

Baca juga :  Kasak-Kusuk Dunia Politik di Badung, Parwata Tancap Gas, Adi Arnawa Kalem, Made Sutama Bergerilya

Sementara itu, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, setelah ground breaking fasilitas produksi baru PT Mitra Prodin mengatakan, pihaknya meyakini keran investasi yang masuk akan mendukung pertumbuhan ekonomi di Jembrana sekaligus memberikan kesejahteraan pada masyarakat sekitarnya. “Tidak hanya menyerap tenaga kerja, juga akan ada sumbangan PAD dari perusahaan ini kepada Jembrana,” katanya.

Saat disingung terkait dengan perizinan dan RTRW wilayah tersebut, Bupati Tamba mengatakan, perizinannya sudah lengkap. Oleh karena menggunakan lahan pertanian produktif, maka pihaknya akan menggantinya sesuai dengan jumlah yang digunakan pabrik ini. “Sudah aman semuanya. Bahkan izinnya sudah lengkap,” kata Tamba. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.