Bupati Gianyar Sampaikan Rancangan Perubahan APBD Tahun 2022

BUPATI Gianyar, Made Mahayastra (kiri), saat menyerahkan rancangan Perubahan APBD Tahun 2022 kepada Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta. Foto: adi

GIANYAR – Setelah Wakil Bupati AA Mayun menyampaikan Kebijakan Anggaran Umum (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tanggal 19 Juli lalu, kini Bupati Mahayastra kembali menyampaikan pengantar Rancangan Perubahan atas peraturan daerah Kabupaten Gianyar No. 13 Tahun 2021 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2022. Pengantar disampaikan di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Gianyar, Jumat (22/7/2022).

Rancangan Perubahan APBD Tahun 2022 dimaksudkan untuk kembali menyelaraskan penggunaan APBD dalam mewujudkan visi misi Kabupaten Gianyar lima tahun ke depan.

Read More

Dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2022, Mahayastra mengatakan pendapatan daerah direncana sebesar Rp2,437 triliun lebih. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan Rp1,188 triliun lebih atau 48,76 persen, dan pendapatan transfer direncanakan sebesar Rp1,248 triliun lebih atau 51,24 persen.

Jika dibandingkan dengan PAD Induk Tahun Anggaran 2022, Rencana PAD dalam rancangan perubahan mengalami peningkatan sebesar Rp263,634 miliar lebih atau 28,51 persen. Peningkatan PAD dalam rancangan Perubahan APBD telah mempertimbangkan potensi yang terjadi di lapangan.

Menurut Mahayastra, peningkatan rancangan perubahan APBD mempertimbangkan potensi riil sumber pendapatan. Seperti realisasi pada tahun sebelumnya dan tingkat pertumbuhan ekonomi.

“Struktur PAD masih didominasi rencana penerimaan dari pajak daerah, dengan tetap mengupayakan intensifikasi penerimaan di luar pajak daerah, seperti retribusi daerah dan hasil perusahaan milik daerah,” jelasnya dalam sidang DPRD yang dipimpin Ketua I Wayan Tagel Winarta.

Selanjutnya, belanja daerah dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2022 direncanakan sebesar Rp2,476 triliun lebih. Hal itu terdiri dari belanja operasi sebesar Rp1,782 triliun lebih atau 71,98 persen dari total belanja daerah, belanja modal sebesar Rp472,398 miliar lebih atau 19,07 persen, belanja tidak terduga sebesar Rp600 juta atau 0,02 persen, dan belanja transfer sebesar Rp220,802 miliar lebih atau 8,91 persen.

Dalam perhitungan, jelasnya, akan terjadi defisit anggaran dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp39,701 miliar lebih. Hal ini karena rencana belanja untuk membiayai sektor prioritas, lebih besar dibandingkan dengan proyeksi rencana pendapatan. Namun, Mahayastra meyakini defisit anggaran akan dapat tertutupi oleh pembiayaan netto.

“Pengeluaran pembiayaan dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 direncanakan sebesar Rp80,262 miliar, yang meliputi penyertaan modal daerah dan pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo,” lanjutnya.

Dengan disampaikannya nota keuangan tersebut, Mahayastra berharap dapat dibahas oleh pimpinan dan anggota dewan yang terhormat sesuai dengan tahapan persidangan sebagaimana mestinya. Dengan demikian, segala program yang direncanakan dapat dilakukan sesuai visi misi Kabupaten Gianyar. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.