Siswa SMK Diberi Pemahaman Aturan Ketenagakerjaan

LAUDITTA Humaira saat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di SMKN 1 Kubutambahan dengan memberikan sosialisasi aturan ketenagakerjaan. Foto: ist

BULELENG – Hak-hak pekerja yang sesuai ketentuan kini masih menjadi persoalan. Banyak pekerja masih belum memahami peraturan seputar Ketenagakerjaan, agar mereka bisa terlindungi.

Untuk itu, pemberian pemahaman terkait aturan ketenagakerjaan perlu dilakukan sejak dini. Salah satunya, menyasar anak-anak SMK yang nantinya siap terjun ke lapangan kerja.

Read More

Hal ini disampaikan salah seorang dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI), Lauditta Humaira, saat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di beberapa SMK yang ada di wilayah Buleleng pada Kamis (21/7/2022) hingga Jumat (22/7/2022).

Lauditta mengatakan, setidaknya ada tiga SMK yang disasarnya untuk diberikan pemahaman tentang aturan Ketenagakerjaan, yakni di SMKN 1 Sawan, SMKN 2 Tejakula, dan SMKN 1 Kubutambahan.

Tujuannya, agar para siswa SMK yang nantinya lulus sekolah dan siap terjun ke dunia kerja, dapat memahami aturan-aturan dalam ketenagakerjaan sehingga mereka terlindungi.

‘’Mereka harus tahu klausul apa yang harus dipahami bagi pencari kerja baru, terkait perjanjian kerja dan seputaran ketenagakerjaan, agar mereka paham dan terlindungi secara hukum seperti jam kerja, UMR dan jaminan sosial,’’ ungkap Lauditta, saat ditemui di SMKN 1 Kubutambahan.

Di tengah situasi Covid-19, banyak pekerja yang terkena PHK. Dan tak sedikit juga, pekerja yang di-PHK secara sepihak tidak mendapatkan pesangon yang semestinya.

‘’Di Bali kan saya dengar banyak pekerja di PHK sepihak, karena kasus Covid sektor pariwisata turun. Jadi itu kami berikan pemahaman kepada anak-anak siswa, hak-hak apa yang mereka harus terima,’’ ujar Lauditta.

Diharapkan Lauditta, siswa-siswa SMK ini nantinya agar memahami aturan ketenagakerjaan yang sifatnya krusial ketika nanti mereka terjun ke dunia kerja. Sebab diakui Lauditta, anak-anak SMK memang dipersiapkan untuk terjun langsung ke dunia kerja karena telah dibekali skil sesuai jurusan.

‘’Harapan kami, saat kerja mereka sudah tahu hak apa yang didapat karena itu sangat krusial. Antusias siswa saat kami keliling sangat bagus. Ke depan, sosialisasi ini akan lebih banyak kami lakukan di Buleleng menyasar sekolah lain, agar mereka memahami,’’ pungkas Lauditta. rik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.