Bibit Padi Gratis untuk Perkuat Ketahanan Pangan

  • Whatsapp
SEKRETARIS Komisi 4 DPRD Bali, I Bagus Alit Sucipta (pegang mic) saat menghadiri penyerahan bibit padi oleh anggota Fraksi PDIP DPR RI, I Made Urip, di Subak Gerana, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung. Foto: ist

MANGUPURA – Salah satu sektor cukup menjanjikan yang jadi pilihan banyak pihak gegara pandemi Covid-19 adalah pertanian. Tetapi, tidak semua punya akses mendapat bibit padi untuk digarap. Selain memudahkan orang bertani, penyaluran bibit padi gratis dinilai sebagai bentuk memperkuat ketahanan pangan.

Hal itu dilontarkan Sekretaris Komisi 4 DPRD Bali, I Bagus Alit Sucipta, Senin (22/11/2021) usai menghadiri penyerahan bantuan 25 ton benih padi Inpari oleh anggota DPR RI Fraksi PDIP Dapil Bali, I Made Urip, di Subak Gerana, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung. Penyerahan dilakukan secara simbolis dari Urip kepada perwakilan petani.

Bacaan Lainnya

Menurut politisi yang akrab disapa Gus Bota itu, untuk mendukung ketahanan pangan diperlukan peningkatan produksi dan produktivitas komoditas tanaman pangan. Salah satunya dengan pemberian bantuan bibit padi kepada para petani.

“Karena itu, saya sangat mengapresiasi Pak Made Urip karena membantu petani di Kabupaten Badung. Semoga bantuan yang diberikan ini dapat berguna dalam situasi pandemi ini, untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat,” cetusnya legislator Dapil Badung tersebut.

Disinggung dampak positif bibit itu untuk ketahanan pangan dalam kondisi pandemi seperti saat ini, dia berujar hal positif itu sangat terlihat. Akibat pandemi berkepanjangan, ulasnya, masyarakat Badung yang dominan tulang punggung pendapatannya dari sektor pariwisata, kini banyak kesusahan akibat pariwisata mati suri.

Baca juga :  Mahasiswa Minta Pemprov NTB Perhatikan Kesejahteraan Petani

Berhubung sumber pendapatan mereka lenyap, konsekuensinya adalah mereka jadi susah pangan. Namun, jika mau beralih jadi petani, sebagian masalah mereka bisa diatasi.

“Masalahnya, tak jarang mereka sulit memperoleh bibit padi. Karena ada bantuan bibit padi gratis ini, berarti mereka bisa mendapat gratis untuk dapat digunakan. Kalau sebelumnya harus beli dan sekarang gratis, otomatis bisa membantu ketahanan pangan masyarakat,” terang mantan atlet pencak silat tersebut.

Gus Bota tak memungkiri mata rantai pertanian tidak berhenti sampai di pembagian bibit gratis belaka. Tahap selanjutnya adalah pemasaran produk petani tersebut. Karena itu, dia berujar bersama koleganya di PDIP siap bisa membantu menyalurkan gabahnya ke selip (penyosohan beras) yang ada di Badung.

“Maksudnya begini, jika kita bisa (memberi kepastian) sesuai harga pasaran, itu berarti sudah memotong mata rantai tengkulak. Sebab, kalau di tengkulak itu harga produk petani itu dihargai sangat rendah,” pungkasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.