Berdayakan Perempuan Jadi Wirausaha, DWP Gianyar Diberi Pelatihan

WORKSHOP pemberdayaan perempuan dalam bidang ekonomi kepada Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gianyar, Senin (6/11/2023). Foto: ist
WORKSHOP pemberdayaan perempuan dalam bidang ekonomi kepada Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gianyar, Senin (6/11/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Gianyar memberi workshop pemberdayaan perempuan dalam bidang ekonomi kepada Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gianyar, Senin (6/11/2023) di Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Gianyar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi perempuan dalam mendukung program pemberdayaan perempuan sebagai perempuan wirausaha.

Kepala Dinas P3AP2KB Gianyar, I Gusti Agung Sri Widyawati, mengatakan, tujuan workshop dan pelatihan tersebut untuk meningkatkan peran dan partisipasi perempuan dalam pembangunan bidang ekonomi. Pun mendorong ibu-ibu menjadi perempuan wirausaha agar dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga, untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat, serta meningkatkan jiwa sosial. “Manfaat untuk ibu-ibu sendiri, untuk perekonomian dan untuk lingkungan sosial,” ujar Widyawati.

Read More

Pelatihan yang diberikan, sebutnya, langkah awal dalam membangun kesadaran kesetaraan gender. Selain itu diharap memiliki pemahaman lebih baik atas kesetaraan, partisipasi perempuan dalam bidang  politik, hukum, sosial, ekonomi dan pengambilan keputusan. “Harapannya, peran serta perempuan, suara perempuan, permasalahan perempuan, dan kebutuhan perempuan dapat terakomodasi, yang diaktualisasikan dalam program dan penganggaran yang responsif gender untuk mencapai SDGs,” lanjutnya.

Dia menguraikan, workshop dilatarbelakangi arahan Presiden Jokowi tentang lima isu prioritas bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Yang harus dicapai adalah peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta  penurunan pekerja anak, dan pencegahan perkawinan anak. Mewujudkan hal tersebut, Widyawati menilai tidak bisa diselesaikan pemerintah saja, tapi perlu kolaborasi semua pihak.

Dia menambahkan, untuk mewujudkannya dimulai dari proses perencanaan pembangunan dengan potensi perempuan yang ada bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Muaranya adalah untuk mewujudkan perempuan berdaya, anak  terlindungi, Indonesia maju. Yang menjadi narasumber dalam workshop ini adalah Ida Ayu Alit Maharatni yang peduli dengan permasalahan perempuan, pengusaha jamur, Anak Agung Sri Mahyuni. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.