Bawaslu Dorong Peserta P2P Karangasem Jadi Agen Edukasi Politik

PUTRA Wiratma (kanan) saat Diskusi Tatap Muka P2P Kabupaten Karangasem, Kamis (4/6/2026). Foto: ist
PUTRA Wiratma (kanan) saat Diskusi Tatap Muka P2P Kabupaten Karangasem, Kamis (4/6/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) merupakan salah satu instrumen Bawaslu dalam memperluas jangkauan pendidikan politik kepada publik, melalui pelibatan langsung masyarakat, khususnya generasi muda. Keterbatasan personel membuat Bawaslu memerlukan dukungan aktif dari elemen masyarakat. Mengingat signifikansi program ini, anggota Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, mendorong peserta P2P Kabupaten Karangasem menjadi agen edukasi politik di lingkungan masing-masing. Langkah ini penting untuk memperkuat pengawasan partisipatif dan kualitas demokrasi.

“P2P adalah program dari Bawaslu RI yang menjadi bagian dari fungsi Bawaslu dalam memberi pendidikan politik kepada masyarakat. Karena keterbatasan kami dalam menyampaikan informasi kepemiluan kepada seluruh masyarakat, hari ini kami mengajak adik-adik semua untuk turut terlibat,” ujar Wiratma saat membuka kegiatan Diskusi Tatap Muka P2P Kabupaten Karangasem, Kamis (4/6/2026).

Read More

Wiratma berharap peserta P2P tidak hanya sekadar menjadi penerima materi, melainkan mampu menjadi penggerak yang menyebarluaskan pemahaman kepemiluan kepada lingkungan sekitarnya. Keberhasilan program ini diukur dari tumbuhnya kesadaran politik masyarakat untuk mengawasi proses demokrasi secara mandiri.

“Kami berharap apa yang didapat hari ini dapat disampaikan kepada teman-teman dan masyarakat sekitar, sehingga menjadi corong bagi Bawaslu dalam mengedukasi masyarakat terkait aturan kepemiluan dan proses demokrasi,” pinta komisioner berpostur sentosa tersebut.

Ketua Bawaslu Kabupaten Karangasem, I Nengah Putu Suardika, menegaskan, pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan penyelenggara semata. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi. Keberadaan kader Pengawas Partisipatif merupakan instrumen strategis memperluas jangkauan pengawasan hingga ke lingkungan keluarga maupun komunitas.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Karangasem, I Ketut Indra Sutrawan, yang mengapresiasi komitmen Bawaslu dalam mendorong partisipasi publik. Demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan penyelenggara, melainkan juga tingkat partisipasi warga dalam memahami hak dan tanggung jawab politiknya.

“Melalui P2P, masyarakat diharapkan mampu memahami hak dan tanggung jawab dalam berpolitik. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan menjadikan forum ini sebagai ruang diskusi yang produktif,” kata Sutrawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mendukung pemilu berkualitas. Generasi muda memiliki posisi strategis memperkuat budaya demokrasi dan dituntut meningkatkan kapasitas dalam melakukan pengawasan di ruang digital.

Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai kepemiluan, demokrasi, dan pengawasan partisipatif untuk kemudian disebarluaskan di lingkungan masing-masing. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.