Bawaslu Buka Sekolah Kader Pengawas Pemilu

  • Whatsapp
I Wayan Wirka. Foto: ist
I Wayan Wirka. Foto: ist

DENPASAR – Faktor pengawasan penyelenggaraan pemilu menjadi salah satu kunci kualitas pemilu itu sendiri. Memastikan ketersediaan tenaga pengawas di lapangan, Bawaslu membuka pendaftaran sekolah kader pengawasan pemilu di seluruh Indonesia, termasuk di Bali, secara daring. Total ada 60 peserta dari Bali yang mendaftar. “Mereka berusia mulai 17 tahun sampai 30 tahun, jadi tergolong generasi muda. Sekolah ini memang menyasar kaum muda, jadi Anda tidak masuk golongan ini,” kata Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Bali, I Wayan Wirka, seraya berkelakar saat ditemui, Minggu (19/4/2020).

Wirka menuturkan, pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs web Bawaslu RI. Dari data yang ada, peminat memang masih didominasi dari Denpasar, sedangkan dari kabupaten lain masih sedikit. Yang termasuk paling kecil yakni dari Tabanan dengan hanya satu pendaftar. Nama-nama peserta yang masuk akan diskrining oleh Bawaslu kabupaten/kota, untuk diverifikasi apakah mereka menjadi anggota partai politik (parpol) atau tidak.

Baca juga :  Buktikan Produktivitas, GKB Rilis Single Kelima

“Kami akan minta datanya ke KPU kabupaten/kota, juga memakai aplikasi Sipol (Sistem Administrasi Partai Politik). Kalau ternyata anggota parpol ya tidak diterima, karena syarat utamanya itu harus tidak berafiliasi dengan partai tertentu,” lugasnya.

Lebih jauh diutarakan, sekolah kader pengawas pemilu ini bersifat partisipatif dan dibuka sejak tahun 2019. Para peserta nanti, sambungnya, akan mendapat pelatihan secara virtual dengan narasumber atau instruktur yang ditunjuk Bawaslu RI. Jadi, mereka bisa tinggal di rumah dan berinteraksi melalui aplikasi seperti telekonferensi. Maksimal dalam satu kelas terdiri dari 50 orang dari seluruh Indonesia sekali pelatihan, dan pelatihan dilakukan selama tiga bulan.

Materi yang diberikan ke peserta , urainya, terkait dengan pengetahuan dan ilmu bagaimana melakukan pengawasan pemilu, punya wawasan terkait pemilu. Yang dititikberatkan adalah bagaimana menyebarluaskan pengetahuan pemilu kepada generasi muda. Minimal setelah paham tugas pengawas seperti apa, mereka bisa terpicu untuk terlibat partisipatif menjadi pengawas atau relawan ketika ada pemilu. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.