POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Bawaslu Bali melakukan pemetaan potensi kerawanan pada tahapan Pilkada Serentak di sembilan kabupaten/kota se-Bali. Secara umum ada dua hal urgensi penyusunan pemetaan kerawanan di Pilkada 2024 ini.
Pertama, sebagai upaya melakukan proyeksi dan deteksi dini terhadap potensi kerawanan; kedua, menjadi basis data terhadap program pencegahan dan pengawasan Bawaslu seluruh Bali.
Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, mengungkapkan, dalam tiap proses demokrasi, baik Pemilu maupun Pilkada, tentu ada isu-isu rawan yang harus diatensi bersama.
“Penyusunan pemetaan kerawanan ini akan jadi acuan kita dalam melakukan langkah pencegahan dan pengawasan di tiap tahapan,” ucapnya saat menghadiri kegiatan koordinasi pemetaan potensi kerawanan Pilkada Serentak 2024 di Gianyar, Jumat (14/6/2024).
Lebih jauh Ariyani menambahkan, ada sejumlah indikator dalam menentukan skor kerawanan sebuah peristiwa yang masuk dalam instrumen pemetaan potensi kerawanan di tahapan Pilkada ini. Beberapa indikator yang ada tersebut disusun bersama dengan Bawaslu kabupaten/kota dalam kerawanan Pilkada. “Nanti akan dilakukan analisa dan akan diluncurkan bulan Juli mendatang,” ungkap Ariyani selepas acara.
Selain Ariyani, penyusunan pemetaan kerawanan ini dihadiri para koordinator divisi pencegahan Bawaslu kabupaten/kota seluruh Bali. hen
























