Bawaslu Bali Ingatkan Mahasiswa Magang Jaga Netralitas, Disiapkan Ikut Pengawasan Partisipatif

  • Whatsapp
AUDIENSI daring antara Bawaslu Bali dengan civitas akademika Undiknas Denpasar membahas kerjasama magang mahasiswa di Bawaslu Bali, Senin (30/8/2021). Foto: ist
AUDIENSI daring antara Bawaslu Bali dengan civitas akademika Undiknas Denpasar membahas kerjasama magang mahasiswa di Bawaslu Bali, Senin (30/8/2021). Foto: ist

DENPASAR – Bawaslu Bali menerima audiensi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) secara daring, Senin (30/8/2021). Pertemuan secara virtual itu untuk membahas kerjasama persiapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, yang merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberi peluang dan kesempatan kepada perguruan tinggi menerima tantangan perubahan baru di era disrupsi 4.0. Menyatakan siap menerima, Bawaslu Bali juga menekankan agar mahasiswa yang magang di kantor Bawaslu Bali tetap menjaga netralitas.

Hadir dalam audiensi virtual itu Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani; dengan anggota I Wayan Wirka, I Wayan Widyardana Putra, dan I Ketut Rudia, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Bali, IB Putu Adinatha. Dari pihak Undiknas hadir Wakil Rektor Akademik, Ni Wayan Widhiasthini; dan Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Juwita Arsawati.

Bacaan Lainnya

Menurut Widhiasthini, audiensi ini implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, yang menarget instansi pemerintah maupun perusahaan swasta multinasional. Mahasiswa akan magang selama enam bulan dan diikutsertakan dalam kegiatan yang dilakukan Bawaslu Bali. “Terima kasih Bawaslu Bali telah menerima audiensi dari kami,” sebut mantan komisioner KPU Bali tersebut.

Juwita Arsawati menambahkan, dia sangat berharap Bawaslu bersedia menerima mahasiswa Undiknas untuk dapat magang di kantor Bawaslu. Dia juga berujar tidak menutup kemungkinan dari yang awalnya hanya satu program studi yang magang, bisa berkembang ke program studi lainnya.

Baca juga :  Lapangan Kapten Mudita Bangli Ditutup Sementara

Menyikapi tujuan Undiknas itu, Ketut Ariyani selaku nakhoda Bawaslu Bali berujar sangat mengapresiasi niat dan upaya Undiknas mengajukan audiensi. Melalui program Kampus Merdeka, Ariyani berharap Bawaslu dan Undiknas bisa saling bersinergi. “Saya sangat mengapresiasi audiensi ini. Melalui program Kampus Merdeka ini mahasiswa magang akan turut dilibatkan juga dalam pengawasan partisipatif,” tegasnya.

Komisioner I Ketut Rudia menimpali, dengan dipilihnya Bawaslu sebagai salah satu instansi dalam program Kampus Merdeka itu membuktikan eksistensi Bawaslu sudah mendapat tempat di masyarakat, khususnya kalangan perguruan tinggi. Sementara komisioner I Wayan Wirka menekankan agar mahasiswa yang ditempatkan magang di Bawaslu Bali dapat menjaga netralitasnya. Sebab, Bawaslu merupakan lembaga netral.

“Kami di Bawaslu Bali sangat terbuka menerima setiap universitas yang ingin bekerja sama terkait berbagi pengetahuan. Kami berharap mahasiswa yang ditugaskan di Bawaslu Bali dapat menjaga netralitasnya,” pesan komisioner berpostur subur itu. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.