Agustus 2021, DPB Tabanan Berkurang 30 Pemilih

  • Whatsapp
PENEMPELAN dan pengumuman DPB Agustus 2021 oleh KPU Tabanan disaksikan anggota Bawaslu Tabanan, Senin (30/8/2021). Foto: ist
PENEMPELAN dan pengumuman DPB Agustus 2021 oleh KPU Tabanan disaksikan anggota Bawaslu Tabanan, Senin (30/8/2021). Foto: ist

TABANAN  – Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Tabanan, jumlah daftar pemilih berkelanjutan (DPB) di Tabanan pada Agustus 2021 tercatat 365.167 pemilih. DPB bulan Juli terdata ada sebanyak 365.197 pemilih. “Itu artinya berkurang 30 pemilih berdasarkan rekapitulasi yang kami lakukan,” ungkap Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Tabanan, I Ketut Sugina, Senin (30/8/2021).

Adanya pengurangan jumlah pemilih tersebut tersingkap ketika KPU Tabanan mengumumkan DPB Agustus 2021 di papan pengumuman. Penempelan data tersebut disaksikan jajaran Bawaslu Tabanan. Menurut Sugina yang didampingi Ketua KPU Tabanan, I Gede Putu Weda Subawa, berkurangnya jumlah pemilih tersebut karena hasil rekapitulasi memperlihatkan banyak pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) jika dibandingkan dengan pemilih baru.

Bacaan Lainnya

“Dari data bulan ini, jumlah pemilih baru yang kami dapatkan dari desa-desa dan masukan masyarakat, hanya 43 pemilih. Sementara pemilih yang mengalami TMS karena meninggal dan pindah domisili ada 73 pemilih. Jadi, jika dibandingkan dengan DPB bulan sebelumnya, memang berkurang 30 pemilih,” ucapnya.

Pemilih yang masuk kategori TMS sebanyak 73 orang itu, lanjutnya, karena pindah domisili sebanyak 33 orang, dan 40 sisanya karena meninggal dunia. Sugina menyebut data saat ini masih terus berjalan, dan dilakukan rekapitulasi setiap bulan untuk kemudian disampaikan kepada para pihak terkait. Hasilnya diumumkan di papan pengumuman dan laman resmi KPU Tabanan. “Tujuannya agar masyarakat umum bisa mengetahui secara transparan tentang perkembangan data pemilih di Tabanan,” jelasnya.

Baca juga :  Galungan dan Kuningan Jadi Momentum Meningkatkan Srada dan Bhakti

Dia berharap para pihak terkait dan masyarakat umum mengetahui perkembangan jumlah pemilih, sekaligus ada masukan dari masyarakat jika ada warga yang TMS atau jadi pemilih baru yang belum direkap. Dengan demikian data pemilih bisa semakin berkualitas.

Proses pengolahan data di KPU Tabanan, jaminnya, dilakukan secara transparan mulai dari data yang masuk dari desa-desa, para pihak terkait, dan masukan masyarakat terkait data pemilih baru serta TMS. Data yang masuk kemudian disandingkan dengan DPT 2020, serta disandingkan dengan DPB bulan sebelumnya. Setelah itu, data itu dikoordinasikan dengan Disdukcapil Tabanan untuk sinkronisasi dan rekapitulasi.

“Proses data pemilih kami lakukan secara transparan untuk menghasilkan data pemilih yang berkualitas, memenuhi unsur akurat, mutakhir, dan komprehensif. Dengan demikian kita pun tahu pergerakan data pemilih setiap bulan,” ucap Sugina menandaskan. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.