Bawaslu Badung Ajak Media Desiminasi Info Kepemiluan, Berita Pemilu Pers Jangan Provokatif

SUASANA diskusi antara kalangan pers dengan Bawaslu Badung dalam konsolidasi penguatan kelembagaan di Kuta, selasa (30/5/2023). Foto: hen
SUASANA diskusi antara kalangan pers dengan Bawaslu Badung dalam konsolidasi penguatan kelembagaan di Kuta, selasa (30/5/2023). Foto: hen

POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Pada tahun politik seperti saat ini, asupan informasi berperan memberi warna bagaimana Pemilu 2024 akan diwujudkan. Mengawal agar pelaksanaan Pemilu berjalan demokratis dan bermartabat, pers diingatkan tidak membuat berita politik yang provokatif. Selain itu, pers juga diajak untuk partisipasi aktif dalam diseminasi informasi kepemiluan kepada publik.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan konsolidasi penguatan kelembagaan Bawaslu Badung bersama kalangan jurnalis di Kuta, Selasa (30/5/2023). Sebagai narasumber, hadir Kepala Sekretariat Bawaslu Bali, IB Putu Adinatha; dan Ketua PWI Bali, IGMB Dwikora.  

Read More

Dalam pemaparannya, Dwikora mengingatkan pers ikut berkontribusi positif untuk menghasilkan pemilu berkualitas. Jika ada pihak yang menggagalkan pemilu, konsekuensinya akan makin jauh juga mewujudkan pemilu damai dan berkualitas. “Pers mesti memberi informasi edukatif ke publik agar ikut partisipatif. Misalnya jangan melakukan kampanye hitam atau politik uang,” ucapnya.

Dia menguraikan, pers memerankan kontrol untuk sosial dan bagi penyelenggaraan pemilu. Untuk itu, PWI mendorong penyelenggara pemilu untuk tidak sampai mencederai pesta demokrasi mendatang. Apalagi Dewan Pers juga merilis Surat Edaran kepada jajaran pers terkait hajatan politik. Intinya, pers diminta memberitakan secara adil, mendorong demokratisasi dan penegakan supremasi hukum. “Kalau buat berita jangan provokatif,” pesannya.

Ketua Bawaslu Badung, Alit Astasoma, memuji peranan vital media dalam menyiarkan informasi kepemiluan. Tanpa media Bawaslu bukan apa apa, dan dia berharap kerja sama itu bisa berlanjut. “Kami tidak bisa pengawasan menyeluruh dengan infrastruktur dan SDM yang ada. Dengan pertemuan hari ini, kami mengajak sama-sama berkontribusi untuk sosialisasi kegiatan kepemiluan,” katanya.

Untuk merekatkan tali persahabatan, Alit juga mengundang jurnalis yang biasa meliput kegiatan politik untuk sesekali menyambangi kantor Bawaslu Badung. Dia menyebut Bawaslu sedang disiapkan gedung representatif oleh Pemkab Badung, diberi nama Graha Pemilu, yang lokasinya jadi satu dengan gedung KPU Badung. “Kami titip ke teman-teman media, tolong kawal program pembangunan gedung itu agar benar-benar selesai pada November 2023 mendatang,” kelakarnya.

Dalam materinya, IB Putu Adinatha mendaku bersyukur Bawaslu masih dipercaya oleh masyarakat. Meski dengan nada bercanda, dia menyebut salah satu indikator kepercayaan itu adalah masih bisa melangsungkan acara di hotel, meski Bawaslu tidak punya uang. “Itu indikator sederhana yang kita pakai ukuran lebih substantif. Memang Bawaslu di Bali masih banyak yang harus disempurnakan,” ungkapnya.

Sebagai lembaga yang baru berbentuk permanen, sebelumnya adhoc, dia menyebut Bawaslu saat ini sedang bertumbuh dan berkembang. Karena masa pertumbuhan itu, Bawaslu rentan sakit. Karena itu, dia minta kritik dan saran media agar Bawaslu bisa melaksanakan fungsi pengawasan di tengah banyak keterbatasan infrastruktur dan anggaran.

Dalam sesi diskusi, kalangan media menyarankan agar Bawaslu Badung bisa lebih intensif memanfaatkan grup Whatsapp untuk berbagi rilis kegiatan Bawaslu. Hal ini dapat mempermudah diseminasi informasi kepemiluan, selain untuk membangkitkan kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi aktif masyarakat. Bawaslu juga agar mewaspadai hoaks dan misinformasi yang diprediksi akan kembali gencar keluar seperti Pemilu 2014 dan 2019 lalu. Ini penting untuk mitigasi pencegahan sekaligus pemetaan potensi kerawanan, karena bisa jadi pelakunya tidak bisa langsung disentuh oleh Bawaslu. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.