POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Sebanyak 78 atlet tingkat pendidikan dasar dan menengah berkompetisi pada Kejuaraan Senam Artistik Wali Kota Cup XIII/2023 di Gor Indoor Kompyang Sujana, Denpasar, Selasa (30/5/2023) s.d Rabu (31/5/2023). Kejuaraan ini menjadi arena pencarian atlet potensial yang dipersiapkan untuk memperkuat tim senam Kota Denpasar pada berbagai kejuaraan.
Ketua Panitia Pelaksana, I Nyoman Sudartha, mengatakan, kejuaraan ini digelar sebagai wadah pembinaan atlet usia dini secara berkesinambungan dalam upaya menggali potensi bibit senam Kota Denpasar. Kejuaraan kali ini diikuti 78 atlet yang berasal dari sejumlah klub senam anggota Persani Kota Denpasar yang tersebar di kecamatan-kecamatan Kota Denpasar.
Kejuaraan senam Wali Kota Cup XIII/2023 mempertandingkan nomor artistik putra yang meliputi lantai, matras tumpuk, alat jamur, alat meja lompat, dan keseimbangan. Sementara itu untuk artistik putri mempertandingkan nomor lantai, matras tumpuk, alat meja lompat, alat balok, dan keseimbangan.
Sudartha berharap, dengan penyelenggaraan kompetisi yang konsisten, Kota Denpasar dapat menjadi barometer atlet berprestasi secara nasional. ‘’Kejuaraan ini harus diapresiasi karena bisa menciptakan kader berprestasi baik pada skala lokal, nasional, bahkan internasional. Pembinaan tidak bisa instan, harus konsisten. Semoga dari kejuaraan ini bisa muncul atlet potensial asli Kota Denpasar. Harapan ke depan tentunya nanti para atlet dengan prestasinya membawa Kota Denpasar berprestasi pada Porprov dan event lainnya,’’ ujar Sudartha.
Sementara itu, Pembina Persani Kota Denpasar, Made Raka, mengapresiasi terselenggaranya kejuaraan senam artistik antarklub Piala Wali Kota XIII/2023. Ini membuktikan klub senam di Kota Denpasar tetap hidup dan berkembang.
Ia mengingatkan, Pemkot Persani Denpasar dan Pengprov Persani Bali, harus terus berbenah. Untuk meningkatkan proses pembinaan prestasi dan pengembangan olahraga senam di Pulau Dewata. ‘’Cabor senam merupakan ibunya olahraga, tapi kami akui senam bukan merupakan olahraga yang merakyat karena mahalnya biaya peralatan,’’ ujarnya. tra
























