Basarnas Bali Minta Nelayan Perhatikan Imbauan BMKG akan Anomali Cuaca, Dua Nelayan Kelan Hilang Saat Melaut

  • Whatsapp
Foto: UPAYA pencarian yang dilakukan oleh Basarnas Bali atas hilangnya dua orang nelayan Kelan. foto: ist
Foto: UPAYA pencarian yang dilakukan oleh Basarnas Bali atas hilangnya dua orang nelayan Kelan. foto: ist

MANGUPURA – Kondisi cuaca di wilayah Bali yang belakangan ini memasuki masa pancaroba, membuat kondisi gelombang perairan selatan Bali juga relatif tidak baik. Berkaitan hal itu Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) mengimbau kepada para nelayan atau masyarakat yang bekecimpung di laut agar memperhatikan imbauan BMKG dan lebih berhati-hati beraktivitas di perairan.

Selain itu masyarakat juga diimbau untuk selalu melengkapi alat keselamatan diri saat beraktivitas di laut, seperti berupa life jaket atau media pelampung. “Pihak BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terhadap pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator yang menunjukkan anomali iklim La-Nina sedang berkembang. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen di atas normal. Untuk itu kita harap masyarakat bisa memperhatikan hal ini dengan baik di lapangan, khususnya masyarakat yang beraktifitas di laut,” imbau Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) Gede Darmada, S.E., M.AP.

Bacaan Lainnya

Hal itu menjadi hal yang penting disampaikan pihaknya, berkaca dari hilangnya dua orang nelayan yang berangkat melaut dari perairan Kelan kelurahan Tuban. Dimana yang bersangkutan diketahui melaut menuju perairan sebelah selatan Tanah Lot pada Minggu (4/10/2020) sekitar pukul 16.00 Wita, untuk menjaring ikan tongkol. Kedua nelayan tersebut diketahui bernama Heri Widodo (38) dan Diki (21) yang tinggal di Jalan Kecubung Lingkungan Kelan Abian Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

Baca juga :  Pekerja Migran Ucapkan Terima Kasih kepada Walikota Rai Mantra, Jumlahnya Diperkirakan Terus Bertambah

Dipaparkan Darmada, upaya pencarian korban telah dilakukan pihaknya dengan mengerahkan tim SAR gabungan dari Basarnas Bali, Dit Polair Polda Bali, Dit Samapta Polda Bali, Pos AL Badung, Pos Polair Kedonganan, SAI Rescue Relindo, Senkom. Pencarian dilakukan menggunakan 1 unit Rigid Inflatable Boat (RIB) di sekitar perairan yang biasa dilalui korban saat melaut. Pencarian oleh tim SAR gabungan itu memasuki hari ke dua, setelah sebelumnya pada Senin (5/10/2020) malam 2 buah jukung nelayan setempat bergerak melakukan penyisiran dengan hasil nihil. “Informasi awal kami terima kemarin Senin sekitar pukul 17.20 Wita dari bapak Nyoman, Polair Kedonganan,” ungkapnya sembari menerangkan kelompok nelayan setempat dan pihak keluarga juga ikut membantu upaya pencarian.

Menurut informasi yang pihaknya terima dari pemilik jukung bernama Nyoman Sudiarta, ciri-ciri jukung yang dipergunakan korban bertuliskan ARMADA. Perahu tersebut berwarna putih dengan panjang 11 meter dan lebar 120 cm, serta menempel 2 buah mesin. Fokus pencarian pada operasi SAR hari kedua berada di sekitar perairan Kelan-Tanah Lot. Luas areanya untuk penyisiran RIB kurang lebih 17.4 NM², dengan metode pencarian pararel search. Sementara luas area penyisiran SRU yang menggunakan rubber boat sekitar 10.8 NM².

Di tempat berbeda, SRU darat posisi berada di Kelan untuk berkoordinasi dengan nelayan setempat dan selanjutnya melakukan pemantauan ke arah barat dan selatan. “Hasil koordinasi tadi dengan kelompok nelayan Kelan, akan ada upaya pencarian dari mereka nanti pada pukul 09.00 Wita,” terangnya. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.