Banyak Lolos Lewat Jalan Tikus, Denpasar Perluas Penyekatan hingga Pelosok Desa

  • Whatsapp
MULAI Senin (12/7/2021), Denpasar akan perbanyak pos penyekatan, karena banyak warga lolos melalui jalan tikus sehingga luput dari pemeriksaan petugas. foto: ist

DENPASAR – Penyekatan terkait pelaksanaan PPKM darurat di Kota Denpasar akan diperluas hingga pelosok desa/kelurahan. Perluasan penyekatan akan dimulai Senin (12/7/2021), di pintu masuk masing-masing desa/kelurahan, untuk menyaring warga yang datang ke Denpasar lewat jalan tikus.

“Mulai Senin (12/7/2021), Satgas desa/kelurahan akan melakukan penyekatan di masing-masing wilayahnya. Yang tugas mulai dari pecalang, Linmas, Babinsa, Babinkamtibmas dan aparat desa/kelurahan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, Minggu (11/7/2021).

Bacaan Lainnya

Perluasan ini dilakukan, karena berdasarkan evaluasi banyak warga menuju Denpasar tanpa tujuan jelas, lolos melalui jalan tikus. Dengan demikian, lanjut Dewa Rai, warga yang lolos di pos penyekatan pintu masuk Denpasar akan tersaring kembali di penyekatan masing-masing desa/kelurahan.

Petugas di pos penyekatan desa/kelurahan ini juga akan menanyakan tujuannya masuk ke wilayah tersebut. Jika bekerja, maka akan dimintai surat keterangan kerja dan akan diperiksa juga apakah tempatnya bekerja termasuk sektor esensial atau non esensial. Selain itu juga akan dimintai surat keterangan vaksinasi Covid-19.

“Ini semakin diperketat karena penambahan kasus positif terus mengalami peningkatan. Dari hasil evaluasi, seminggu pelaksanaan PPKM darurat, kasus ternyata semakin meningkat, maka kami akan lakukan penyekatan lebih ketat,” tegas Dewa Rai seraya menambahkan, penyekatan di wilayah desa/kelurahan ini akan digelar selama pelaksanaan PPKM Darurat.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Kembali Swab Test 71 Orang PMI

Untuk menegakkan surat edaran gubernur tentang penutupan sektor nonesensial, pihaknya juga akan menggandeng satgas desa/kelurahan.
“Karena kami tidak bisa menjangkau semua pelosok, maka yang memiliki wilayah yang kami gandeng. Nanti Satgas setempat yang akan melakukan pengawasan,” ujar Dewa Rai.

Menurutnya, masih ramainya mobilitas warga di Denpasar juga dipengaruhi sektor nonesensial yang masih buka. “Karyawan pasti akan bekerja kalau disuruh kerja oleh pemilik perusahaan. Maka sekarang kami sasar tempat usaha atau kantornya langsung, agar semua sektor nonesensial tutup atau WFH 100 persen,” terang Dewa Rai. 

Pihaknya juga akan membuat penegasan atau daftar yang mana masuk sektor esensial dan non esensial. Sehingga akan semakin jelas dalam pelaksanaannya di lapangan dan tidak ada perdebatan lagi. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.