Bantuan Mengalir untuk Korban Longsor di Desa Menanga

  • Whatsapp
BANTUAN kepada korban musibah tanah longsor di Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem, datang dari berbagai kalangan. Foto: ist
BANTUAN kepada korban musibah tanah longsor di Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem, datang dari berbagai kalangan. Foto: ist

KARANGASEM – Empati atas duka orang lain ternyata tetap subur di antara warga kita, meski kondisi sulit dirundung pandemi. Salah satu buktinya adalah mengalirnya bantuan untuk keluarga I Putu Merta Nadi asal Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem yang terkena musibah tanah longsor, beberapa waktu lalu. Musibah yang merenggut nyawa anaknya yang masih kecil, I Komang Putra Adnyana, itu mengorek rasa simpati sejumlah pihak.

Perbekel Desa Menanga, I Wayan Suartana, Kamis (5/8/2021) menuturkan, duka masih memayungi keluarga besar warganya yang ditimpa musibah tanah longsor itu. Apalagi korban masih kecil. “Yang namanya musibah kita pasti tidak tahu kapan terjadi, karena itu merupakan takdir dari Tuhan,” kata Suartana.

Bacaan Lainnya

Dia menuturkan, korban yang meninggal langsung dimakamkan pada hari yang sama setelah longsor terjadi. Mengenai santunan kepada keluarga korban, dia mendaku ada yang memberikan. Apalagi saat menjenguk keluarga korban, Bupati Karangasem, I Gede Dana, di Puskesmas Rendang menginstruksi pihak terkait segera menyalurkan bantuan kepada keluarga korban.

“Bantuan sudah ada, bahkan banyak; ada kepolisian, DPR, juga usulan bantuan ke Provinsi terkait rumah rusak, keluarga yang menderita patah tulang. Itu sedang berproses, dibantu melalui BPBD. Dari Bumdes setempat juga ada, bahkan warga sekitar banyak yang bersimpati memberi sumbangan berupa logistik dan obat- obatan,” ulasnya.

Baca juga :  GTPP Covid-19 Denpasar Ingatkan Desa/Kelurahan Zona Oranye Lebih Disiplin Prokes

Pernyataan senada diutarakan Kadus Pejeng, Desa Menanga, Gusti Lanang Weda Pirawana. Dia berujar, keluarga korban saat ini masih mengalami sedikit syok. Di samping itu, Ni Putu Eka Jayanti, istri Putu Merta Nadi, masih menjalani perawatan akibat mengalami patah tulang.

“Untuk bantuan sudah ada banyak memberi simpati. Ada dari tetangga, dari desa, kecamatan, juga dari Pemerintah Kabupaten,” ujarnya menandaskan. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.