TABANAN – Tembok penyengker taksu dan tembok rumah milik Wayan Semedi di Banjar Koripan Kelod, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, jebol bersama tanah longsor, Kamis (5/8/2021). Penyebab kejadian itu diperkirakan karena tanah labil di ketinggian sekitar 10 meter dari permukaan jalan raya, yang kemudian tergerus karena diguyur hujan deras.
Peristiwa itu terjadi pada dini hari sekitar pukul 04.00, bersamaa saat hujan deras mengguyur Tabanan dan sekitarnya. Kerusakan terjadi dengan tembok penyengker taksu dan sebagian tembok rumah warga, yakni panjang sekitar 20 meter di ketinggian sekitar 10 meter dari permukaan Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk tersebut.
Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, Trisna Widiatmika, mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian bencana alam tersebut dari kelian dinas setempat, sekitar pukul 06.00. Selanjutnya, Regu I Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tabanan ke lokasi, melakukan penanganan dengan dibantu alat berat. “Tidak ada korban jiwa maupun luka. Hanya timbul kerugian material sekitar Rp100 juta,” ungkapnya.
Beberapa jam sebelumnya, peristiwa tanah longsor juga terjadi sekitar pukul 01.40, di Banjar Pangkung, Desa Delod Peken, Tabanan. Senderan jebol dan longsor karena diguyur hujan, dan menimbulkan kerugian material sekitar Rp10 juta.
“Dari laporan kejadian tersebut,
kami telah menurunkan Regu I TRC ke lokasi. Tidak ada korban jiwa maupun luka,
hanya timbul kerugian material. Dan, untuk penanganan selanjutnya, soal
kerusakan tersebut, kami pun telah berkoordinasi dengan Dinas PUPRKP Tabanan,”
ujar Trisna. gap























