Bank BPD Bali Targetkan Kredit Tumbuh 5 Persen di 2021

  • Whatsapp
DIREKTUR Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma. foto: ist

DENPASAR – Memasuki awal tahun 2021 meskipun masih di tengah pandemi, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menargetkan rencana bisnis bank tetap tumbuh positif.

Saat memberikan keterangan pers, Minggu (31/1/2021) di Denpasar, Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menegaskan, rencana bisnis bank yang sudah terkirim ke OJK itu, menargetkan pertumbuhan kredit mencapai 5 persen dan dana pihak ketiga hingga 6 persen.

Bacaan Lainnya

‘’Bank BPD Bali tetap percaya diri untuk meningkatkan target. Hal ini disebabkan adanya pertumbuhan kredit di tahun 2020 mencapai 3,90 persen,’’ papar Sudharma.

Ia menjelaskan, meskipun kondisi saat ini perbankan sedang mengalami pertumbuhan yang minus, pihaknya tetap optimis akan mencapai angka pertumbuhan bisnis bank sesuai yang ditargetkan BPD Bali.

‘’Capaian target pertumbuhan kredit 5 persen dari Rp19,123 triliun, sedangkan untuk dana pihak ketiga dari Rp21 triliun ditarget naik sebesar 6 persen. Kita optimis bisa mencapai target di tahun 2021 itu,’’ ungkap Sudharma.

Ia berharap untuk bisa menumbahkan geliat ekonomi di Bali, pihaknya sangat menginginkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) segera berakhir, dan masyarakat Bali juga harus tetap mematuhi aturan Prokes untuk mencegah terjadinya klaster baru. ‘’Tertib Prokes sangat mempengaruhi perekonomian serta menekan cost pengeluaran pemerintah untuk biaya kesehatan,’’ paparnya.

Baca juga :  Pasca Ada Seorang Positif Covid-19, Sejumlah Warga Pejeng Jalani Rapid Test

Tidak hanya itu, Sudharma menjelaskan, dengan sudah berjalannya program pemerintah pusat untuk vaksinasi sudah membuktikan akan keseriusan pemerintah dalam memerangi pandemi virus Covid-19. Hal itu juga sebagai faktor pendorong penggerak ekonomi, serta kepercayaan masyarakat dalam berinteraksi, sehingga bisa menumbuhkan geliat sektor pariwisata Bali.

‘’Adanya vaksinasi Sinovac sudah jelas menumbuhkan kepercayaan pariwisata di Bali dan para pelaku UMKM. Sebab mereka berasumsi adanya program vaksin, sehingga PPKM segera cepat berakhir,’’ tutupnya. nan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.