MANGUPURA – Pesisir Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali kembali mengalami abrasi. Pasir yang sebelumnya sudah ditata hanyut terkikis gelombang pasang, bahkan kondisi abrasi kini bertambah parah dibandingkan titik sebelumnya. Alhasil, penataan abrasi dan penambahan pasir yang dilakukan Dinas PUPR Badung menjadi mubazir.
Ketua Satgas Pengelola Pantai Kuta, Mangku Wayan Sirna, Minggu (31/1/2021) menerangkan, abrasi Pantai Kuta disebabkan gelombang air pasang laut yang terjadi pada Sabtu (30/1/2021) sekitar pukul 24.30 Wita. Air laut naik hingga ke depan candi bentar pintu utama Pantai Kuta.
Ia menyebutkan, abrasi yang paling parah terjadi dari candi bentar menuju ke arah selatan. Persisnya di lokasi abrasi sebelumnya. Mirisnya, abrasi saat ini bertambah hampir dua meter dibandingkan kondisi abrasi sebelum yang telah dilakukan penanganan Dinas PUPR.
‘’Secara umum kondisi air laut yang pasang memang cukup tinggi melanda pesisir Pantai Kuta. Bahkan sampah kiriman juga ikut terbawa menepi hingga ke bawah candi bentar, di sekitar toilet umum sampai pesisir depan Hard Rock,’’ ungkapnya.
Kondisi abrasi tersebut rencananya memang akan kembali ditata Dinas PUPR kabupaten Badung usai musim sampah kiriman. Berkaca dari kondisi tersebut, pihaknya menyarankan agar penataan nantinya bisa diperkuat dengan karung pasir layaknya revertment.
Dengan demikian, ketika terjadi gelombang pasang laut maka pasir tidak akan kembali tergerus. Hal itu disadarinya tentu menimbulkan efek lain terhadap kondisi Pantai Kuta. Namun jika hal itu bertujuan untuk melindungi pesisir dari pengikisan pantai yang rutin melanda Kuta, pihaknya menilai hal itu tidak ada salahnya untuk dilakukan.
‘’Memang penataan yang dilakukan sebelumnya terkesan menjadi mubazir, sebab kondisi abrasi sekarang lebih parah dibandingkan sebelumnya. Saya rasa penataan itu perlu diperkuat dengan penahan pasir, sehingga kondisi pasir bisa lebih lama bertahan dari pengikisan akibat gelombang pasang,’’ sarannya.
Dikonfirmasi terpisah, Kadis PUPR kabupaten Badung, IB Surya Suamba, membenarkan penataan Pantai Kuta akan kembali dilakukan setelah cuaca membaik dan musim sampah kiriman berhenti menepi.
Terkait dengan usulan pembuatan penahan pasir layaknya krib, pihaknya mengaku juga akan mengakomodir hal itu. Masukan itu nantinya akan diusulkan perencanaannya kepada Bupati Nyoman Giri Prasta dan Sekda I Wayan Adi Arnawa.
‘’Jadi nanti kami di PUPR akan mengusulkan itu, untuk keputusannya nanti menunggu arahan Pak Bupati dan Pak Sekda,’’ ujarnya singkat.
Sementara Sekda kabupaten Badung, Wayan Adi Arnawa, saat ditanya soal penanganan abrasi pesisir Pantai Kuta via messenger dibaca, namun tidak dibalas. gay























