KARANGASEM – I Gusti Ngurah Gede, warga Dusun Banjar Jeroan, Desa Abang, Karangasem hanya bisa termangu mendapati bangunan rumah bantuan pemerintah yang selama ini ditempati, kondisinya rusak berat tertimpa pohon kelapa, Minggu (5/2/2023) malam. Pohon kelapa di dekat rumahnya tumbang setelah diamuk cuaca ekstrem hujan lebat diiringi angin kencang. “Kejadiannya sekitar jam 12 malam,” kata Perbekel Desa Abang, I Nyoman Sutirtayana, Senin (6/2/2023).
Perbekel menuturkan, Ngurah Gede yang bekerja sebagai petani tinggal seorang diri di rumah bantuan bedah rumah pemerintah. Meski tak menimbulkan korban jiwa, tapi kerusakan yang ditimbulkan di bagian atap cukup parah, karena hampir seluruh bagian atap rusak tertimpa pohon kelapa. Untuk sementara Ngurah Gede menumpang di rumah keluarganya.
Selain di wilayah Desa Abang, di sejumlah wilayah Karangasem juga terdampak angin kencang dan hujan deras. Puluhan pohon tumbang menyebabkan akses jalan terganggu. Sejumlah rumah warga juga rusak, dan dua orang mengalami luka-luka akibat terkena pecahan genteng.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Karangasem, I Putu Eka Putra Tirtana, mengatakan, total ada 22 pohon tumbang dan diperkirakan masih terus bertambah. Pihaknya masih terus mendata karena angin masih berembus cukup kencang. “Hampir di seluruh kecamatan terdampak, dan seluruh personel BPBD saat ini berada di lapangan untuk penanganan,” sebutnya, Senin (6/2/2023).
Eka menguraikan, karena keterbatasan personel, belum semua kejadian pohon tumbang dapat ditangani. Instansinya memprioritaskan yang lebih mendesak seperti akses jalan kabupaten yang terhalang pohon tumbang, karena pasti banyak masyarakat menggunakan jalan tersebut. Selain itu, dia juga berharap masyarakat sekitar ikut membantu ketika personel BPBD melakukan penanganan. Jadi, lebih cepat selesai dan personel bisa lanjut bergerak ke tempat lain untuk penanganan.
Terkait dua korban luka-luka kena pecahan genteng, dia mengaku lukanya tidak terlalu parah dan sudah mendapat pengobatan. “Untuk kerugian materiil akibat angin kencang ini mencapai Rp167 juta, dan diperkirakan akan terus bertambah karena kami masih terus melakukan pendataan,” pungkasnya. nad























