Baliho Airlangga Mulai “Menyapa” Warga, Sugawa Bantah Terkait Sosialisasi Capres

BALIHO Airlangga Hartarto berisi ucapan selamat hari raya yang dipasang di simpang Jalan Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Foto: hen
BALIHO Airlangga Hartarto berisi ucapan selamat hari raya yang dipasang di simpang Jalan Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Foto: hen

DENPASAR – Pilpres 2024 memang masih tiga tahun lagi, tapi sosialisasi untuk kandidasi Airlangga Hartarto sebagai calon Presiden mulai masif dilakukan struktur partai di daerah. Baliho sang Ketua Umum Partai Golkar tersebut kian mudah ditemui di posisi strategis di jalan utama. Salah satunya di simpang Jalan Kerobokan, Kuta Utara, Badung.

Di sudut barat jalan, persis di atas pos polisi lalu lintas Kerobokan, foto Airlangga di baliho berlatar belakang warna kuning dengan tulisan “Golkar Optimis, Indonesia Sehat dan Sejahtera” menyapa para pengguna jalan yang melintas. Di pojok kiri atas dengan latar belakang merah-putih berisi tulisan “Golkar Indonesia, Indonesia Golkar”. Di tengah baliho terpampang tulisan “Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, Hari Pendidikan Nasional, dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H”. Tidak ada foto selain Airlangga sebagaimana galibnya terpasang selama ini, kecuali nama kader yang memasang baliho yakni anggota Fraksi Golkar DPRD Badung, AA Ngurah Ketut Agus Nadhi Putra.

Read More

Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry, yang dimintai komentar, mendaku tidak ada hal khusus terkait dipasangnya foto Airlangga “seorang diri” tanpa bersama foto kader partai itu. Dia mengklaim pemasangan baliho itu ditujukan untuk mengucapkan selamat Hari raya Galungan dan Kuningan, Hari Pendidikan Nasional, dan Idul Fitri 1442 H.

Disinggung baliho itu berbau sosialisasi Airlangga sebagai capres dari Golkar, Sugawa berkelit. “Nggaknggak, itu cuma ucapan hari raya saja. Tapi kalau dipersepsikan lain yaa tidak masalah. Banyak kok baliho ucapan seperti itu, di Bedugul (Tabanan) juga ada,” sahut Wakil Ketua DPRD Bali itu.

AA Ngurah Ketut Agus Nadhi Putra yang dimintai tanggapan tidak adanya foto dia di baliho, tidak berkomentar banyak. “Perintah DPP memang harus tunggal,” jawabnya singkat.

Sugawa boleh saja mengklaim tidak ada tujuan politis untuk Pilpres 2024 di balik pemasangan baliho tersebut. Namun, sejumlah sumber di internal Golkar mengakui ada instruksi dari DPP untuk memasang baliho Airlangga Hartarto untuk sosialisasi ke publik. Saking seriusnya sosialisasi pencapresan, di baliho yang wajib dipasang di lokasi strategis itu tidak boleh berisi foto selain Airlangga.

Perintahne keto, sing dadi misi gambar kadere ane masang. Pasang foto bose gen, pang tawange jak rakyate (Perintahnya begitu, tidak boleh memasang gambar kader yang memasang baliho. Pasang foto bos saja, supaya dikenal oleh rakyat),” celetuk seorang sumber.

Sumber ini menambahkan, biaya pemasangan baliho dibebankan kepada kader, baik struktur partai maupun yang menjabat di legislatif. Dia mengakui nilainya lumayan, bisa mencapai Rp10 juta di posisi strategis atau di jalan protokol. “Ya ini perintah partai, Ketua Umum mau maju di Pilpres, harus dilaksanakan. Mau berat atau ringan biayanya di kami, wajib jalan,” imbuhnya tersenyum masam.

Dikutip dari cnnindonesia.com, Selasa (4/5/2021), Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebut Airlangga sebagai salah satu sosok yang mengalami perkembangan signifikan di survei. Burhan memahami elektabilitas Airlangga jauh dari nama-nama seperti Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Namun, figur populer saat ini tak mengalami perkembangan signifikan dalam tingkat keterpilihan.

Dalam survei Indikator Politik Indonesia, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, merupakan calon presiden 2024 dengan elektabilitas paling tinggi saat ini, mencapai 15,7 persen. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mencapai 14,6 persen, dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto di angka 11,1 persen. Kemudian Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (6,4 persen); Ketua DPR RI, Puan Maharani (2,9 persen); Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (2,8 persen); dan Airlangga Hartarto (1 persen).

Survei digelar 13-17 April 2021. Indikator Politik Indonesia melibatkan 1.200 responden yang dipilih lewat simple random sampling. Survei ini memiliki toleransi kesalahan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.