Bali Tambah 179 Pasien Covid-19 Sembuh, Positif 141, Meninggal 5 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, Sabtu (3/4/2021), mencatat penambahan pasien sembuh sebanyak 179 orang, atau 38 orang lebih banyak dari tambahan terkonfirmasi positif yang berjumlah 141 orang. Di hari yang sama, kasus meninggal dunia bertambah 5 orang.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Sabtu (3/4/2021), lima pasien yang tutup usia, 2 orang diantaranya merupakan warga Kabupaten Buleleng, kemudian Tabanan, Badung dan klungkung masing-masing 1 orang.

Bacaan Lainnya

Dengan demikian secara kumulaif sampai saat ini, jumlah korban jiwa akibat covid-19 di Bali sebanyak 1.158 orang (2,87%) dengan rincian 1.154 WNI dan 4 WNA. Sementara pasien dalam perawatan (kasus aktif) berjumlah 1.578 orang (3,91%), dimana sebanyak 1.565 WNI dan 13 WNA.

Sementara kasus tambahan kasus 141 orang (113 orang melalui Transmisi Lokal dan 28 PPDN) tersebar di seluruh Bali, dimana Kota Denpasar sebagai penyumbang terbanyak 54 orang. Di sisi lain, Denpasar juga mencatatkan pasien sembuh terbanyak 55 orang dari tambahan pasien sembuh se-Bali yang berjumlah 179 orang.

Secara kumulatif, sampai saat ini, kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Bali berjumlah 40.318 orang (40.223 WNI dan 95 WNA). Dari jumlah itu, sudah sembuh sebanyak 37.582 orang (93,21%) dengan rincian 37.504 WNI dan 78 WNA.

Baca juga :  Gairahkan Budaya Literasi, PKK Bali Luncurkan Antologi Puisi "Kata Hatinya"

Dalam upaya menekan penularan covid-19 di Bali, Gubenur mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.