Bali Dukung Rencana Perluasan Penerima Hibah Pariwisata

  • Whatsapp
WAKIL Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace). Foto: ist
WAKIL Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace). Foto: ist

DENPASAR – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno akan memperluas penerima dana hibah pariwisata. Nantinya, dana tersebut tidak hanya untuk usaha hotel dan restoran saja, namun juga untuk biro perjalanan (travel agent) hingga pramuwisata.

Bantuan untuk usaha travel agent ini dilakukan dengan harapan usaha pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19 bisa kembali bangkit dan lapangan kerja kembali terbuka. 

Bacaan Lainnya

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), angkat bicara dan menyambut baik rencana Menparekraf untuk memperluas dana hibah pariwisata. Karena, kata dia yang terdampak Covid-19 tidak hanya hotel dan restoran saja.

‘’Untuk itu tiyang (saya, red) kira Kemenparekraf bisa koordinasi sama asosiasi yang mewadahi, sehingga didapat formula yang tepat dan berkeadilan,’’ ujarnya kepada POS BALI melalui pesan singkat WhatsApp, di Denpasar, Jumat (16/4/2021).

Tak hanya bantuan dana segar, pihaknya berharap beberapa skema dalam hibah yang akan digelontorkan Kemenparekraf. ‘’Ada tiga hal yang kita harapkan, hibah atau padat karya, soft loan, dan wisman dibuka, mulai dari yang terbatas,’’ tandasnya. 

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa. Dia menyambut baik dan mendukung rencana Menparekraf itu. Namun, secara resmi informasi kebijakan itu belum dia terima. Hanya informasi melalui pemberitaan di beberapa media cetak dan elektronik. 

Baca juga :  PSSI Klaim Semua Klub Sepakat Liga 1 dan 2 Musim 2020 Dilanjutkan

‘’Kalau benar seperti itu tentunya kita akan senang sekali. Program itu bisa mengarah ke industri selain hotel dan restoran. Karena yang terdampak tidak hanya itu, hampir seluruh lini terdampak, sehingga bantuan itu bisa memberikan suntikan. Terlebih ada wancana pembukaan pariwisata sehingga bantuan dana segar itu sangat diperlukan bagi teman teman industri sebagai modal awal. Kalau bisa sebelum pembukaan pariwisata bantuan cair, maka akan lebih bagus lagi. Sebagai persiapan diri,’’ harapnya.

Menurutnya, travel agent yang ada di Bali sekitar 250 yang aktif. Sementara untuk pramuwisata lima ribuan yang aktif atau yang terdaftar resmi di HPI Bali. ‘’Kami masih menunggu petunjuk teknis belum pasti tahu, pengaturan dan pembagian belum paham. Karena pengalaman tahun lalu, hibah hotel dan restoran itu langsung ke bupati/wali kota. Dari Kemenparekraf ke bupati tidak melalui Dinas Pariwsata Bali,’’ tutur Astawa. 

Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, Bidang Pariwisata, Ketut Jaman, juga menyambut baik program tersebut. ‘’Sebagai pelaku pariwisata, tentu kami menyambut baik informasi tersebut. Memberikan harapan. Namun diharpakan persyaratan khusus agar para pelaku pariwisata travel agent dan guide merasa mendapat keadilan,’’ harap Jaman. 

Menurut dia, biro perjalanan wisata berbeda-beda dalam mempekerjakan karyawan. Mulai dari 10 hingga ratusan orang di masing-masing travel agent. Selain itu, juga harus dilihat dari kedisiplinan membayar pajak.

Baca juga :  Pemkab Gianyar Ajukan Formasi 1.414 Guru PPPK

‘’Selain itu, pramuwisata jumlahnya juga banyak. Ini bagaimana memberikan persyaratan supaya ada suatu keadilan. Saya harap ini digodok supaya teman teman juga merasa mendapat perhatian. Khusus perjalanan wisata saya rasa sangat tepat bisa mendapatkan hibah dari pemerintah pusat,” ujarnya.

”Peran biro perjalan pariwisata sangat besar. Hal itu terlihat ketika ada acara pariwisata di luar negeri yang hadir sebagai penjual, dan terbanyak memang biro perjalanan. Peran mereka harus dihargai. Pada saat terpuruk mendapat perhatian dari pemerintah sehingga bisa memulai lagi usahanya. Mengingat di masa pandemi ini mereka juga terus berpromosi dengan patner mereka diluar negeri,’’ imbuhnya. 

Dengan bantuan itu, lanjut dia, travel agent dan juga para pramuwisata bisa bangkit kembali. ‘’Nah hotel dan restoran sudah dapat tahun lalu, sekarang giliran usaha pariwisata yang lain lah. Termasuk pengelolan objek daya tarik wisata juga perlu mendapat bantuan karena saat ini mereka juga mengalami kesulitan. Dengan demikian semua usaha pariwsata di Bali bisa sama sama bangkit pada saat dinyatakan Bali terbuka untuk wisatawan asing,’’ beber Ketut Jaman.

Dia berharap persyaratan bantuan lebih dipermudah. Harus diperhatikan dari segi perizinan, pembayaran pajak jumlah karyawan itu harus jadi pertimbangan agar mereka mendapatkan aturan yang adil. ‘’Kita ketahui bahwa ada travel agent yang mempekerjakan hingga 100 orang karyawan, dan juga ada yang hanya 10 orang. Jadi jangan sama dalam pemberian bantuan. Harus juga dilihat dari berbagai aspek,’’ tandasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.