Bakumham Golkar Selesai Mediasi LPD Umacetra, Tolak Dinilai Gagal Pendampingan

  • Whatsapp
TIM Bakumham sedang memberi penjelasan kepada Bendesa Adat dan Ketua LPD Umacetra terkait berbagai kemungkinan hukum. Foto: ist
TIM Bakumham sedang memberi penjelasan kepada Bendesa Adat dan Ketua LPD Umacetra terkait berbagai kemungkinan hukum. Foto: ist

DENPASAR – Kiprah Bakumham Partai Golkar Bali mendampingi pengurus LPD Umacetra, Kecamatan Selat, Karangasem yang digugat perdata oleh nasabah karena penyelewengan keuangan, kini berakhir sudah. Penggugat enggan menunggu lagi proses mediasi yang dijalankan, dan ingin langsung ke pokok perkara, itulah soalnya. Meski begitu, Bakumham menolak akhir cerita ini dinilai sebagai bentuk kegagalan memediasi.

Ketua Bakumham Partai Golkar Bali, DAP Sri Wigunawati, yang dihubungi, Kamis (8/7/2021) berkata tidak mengikuti sidang mediasi di PN Amlapura pada Rabu (7/7/2021). “Silakan langsung dengan tim nggih, saya kebetulan kemarin di luar kota,” jawabnya.

Bacaan Lainnya

Tim Bakumham Golkar, Muammar Khadafi, yang dihubungi terpisah memaparkan, sejak awal sampai akhir mediasi pada Rabu (7/7) lalu, Bakumham minta waktu kepada hakim mediator dan penggugat untuk melakukan audit independen keuangan LPD Umacetra. Pertimbangannya, audit sebagai dasar pijakan untuk melaksanakan berbagai kewajiban LPD, termasuk menunaikan kewajiban kepada para penggugat yang merupakan salah satu nasabah.

“Itu permintaan penggugat kan dibulatkan Rp2 miliar, menurut kami tidak bisa serta merta (dibayar) karena ada persoalan keuangan. Untuk memenuhi kewajiban membayar itu, perlu dilihat persentase keuangan dan berapa lama perlu waktunya, jadi harus pakai audit,” terangnya.

Baca juga :  Dansatgas TMMD di Lombok Utara Serahkan Bantuan untuk Masjid

Argumen lain pentingnya audit, sebutnya, karena menjalankan kewajiban LPD itu tidak cukup dengan mengira-ngira belaka. Hanya, memang waktu audit investigatif itu juga tidak bisa sebentar, sekurang-kurangnya satu bulan. Dari hasil audit barulah bisa Bakumham menjawab gugatan dari penggugat. Dalam sidang juga ditunjukkan resume dan surat perintah kerja lembaga audit independen untuk menjalankan tugas.

“Intinya, ini sudah dalam proses. Tetapi penggugat menganggap itu terlalu lama, sehingga mereka minta dilanjutkan ke pokok perkara. Ya bisa dikatakan mediasi deadlock (buntu), penggugat tidak bersedia karena waktu dinilai lama, Jadi, mediasi ya dianggap selesai,” urainya.

Karena mediasi mentok, dia berkata tugas Bakumham sudah selesai untuk pendampingan hukum. Selanjutnya untuk gugatan pokok perkara, LPD Umacetra akan didampingi oleh advokat perofesional. Hal itu juga sesuai arahan Ketua DPD partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, yang minta Bakumham tidak masuk dalam konflik secara material, lebih kepada pendampingan sejauh bisa musyawarah mufakat.

Disinggung buntunya mediasi ini sebagai bentuk kegagalan Bakumham, Khadafi tegas menolak. Justru, ucapnya, upaya Bakumham menunjukkan kemajuan lebih baik dibanding sebelumnya. Alasannya, awal muncul gugatan itu karena LPD tidak mampu memberi solusi dan jawaban atas permintaan penggugat. Hadirnya Bakumham dengan audit independen diklaim sebagai solusi dan jawaban rasional atas persoalan keuangan LPD itu.

Hasil audit, tegasnya, menjadi patokan rasional, dan bisa diketahui berapa aset LPD yang masih tersedia. Dengan keluar hasil audit, dapat dibuat skema pembayaran seperti apa secara terang benderang. “Menurut kami ini justru keberhasilan dan bentuk pemberdayaan. Bahwa kemudian tidak jalan sesuai pemikiran kami, lebih karena penggugat tidak sabar menunggu hasil audit,” jelasnya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.