Bahasa Daerah, Kekayaan Bangsa yang Harus Dijaga dan Dilestarikan

KADISDIKPORA Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, foto bersama peserta usai membuka Lomba Revitalisasi Bahasa Ibu tingkat SD se-Kota Denpasar, Senin (15/9/2025). Foto: ist
KADISDIKPORA Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, foto bersama peserta usai membuka Lomba Revitalisasi Bahasa Ibu tingkat SD se-Kota Denpasar, Senin (15/9/2025). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyelenggarakan Lomba Revitalisasi Bahasa Ibu tingkat SD se-Kota Denpasar. Kegiatan yang dipusatkan di SD Mahardika, dibuka Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama pada Senin (15/9/2025). 

Lomba Revitalisasi Bahasa Ibu mengangkat tema “Menjadikan Generasi Muda Berbudi Pekerti Melalui Pemuliaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali”. Lomba digelar selama lima hari mulai Senin-Jumat (15-19/9/2025) melombakan tujuh cabang lomba, yaitu mapidarta, nyurat aksara Bali, bebayolan, ngripta cerpen, mesatua Bali, ngripta lan nguwacen puisi, dan matembang sekar alit.

Read More

Wiratama mengungkapkan, bahasa ibu adalah salah satu kekayaan bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan. Di Bali sendiri bahasa daerah penting untuk dilestarikan, mengingat keberadaannya yang sangat sentral serta sebagai sumber pelaksanaan adat dan budaya.

Menurut Wiratama, tema yang diangkat pada kegiatan Lomba Revitalisasi Bahasa Ibu kali ini, bukan sekadar rangkaian kata, namun mengandung makna yang sangat mendalam. “Di tengah arus globalisasi yang begitu cepat, kita dihadapkan pada tantangan besar, bagaimana menjaga jati diri bangsa dan daerah, terutama melalui pelestarian bahasa ibu yang merupakan identitas dan warisan luhur dari para leluhur kita,” ungkapannya.

Ditegaskan, bahasa Bali, beserta aksara dan sastranya, bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga cerminan nilai-nilai kehidupan, etika, budi pekerti. “Karenanya, dengan menjaga dan memuliakannya, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetap juga menanamkan karakter mulia pada generasi muda,” lugasnya.

Kadisdikpora mengapresiasi para pembina yang telah membina dan membimbing para peserta dengan penuh kesabaran dan dedikasi. Menurutnya, peran pembina sangat penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, terapi juga kuat dalam budaya dan karakter 

Kepada para siswa peserta lomba, Kadisdikpora mengucapkan terima kasih dan rasa bangga. Semangat siswa mengikuti lomba ini adalah bukti bahwa bahasa ibu masih hidup, tumbuh, dan dicintai oleh generasi muda. 

“Mari jadikan lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan kebanggaan akan bahasa dan budaya kita sendiri. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan dan kebudayaan di Bali,” pungkasnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.