Babi Guling Dong Klepus, Buruan Penikmat Kuliner Malam

  • Whatsapp
PENGUNJUNG menikmati makanan di warung babi guling Dong Keplus di Banjar Peninjoan, Desa Batuan, Sukawati. Foto: adi
PENGUNJUNG menikmati makanan di warung babi guling Dong Keplus di Banjar Peninjoan, Desa Batuan, Sukawati. Foto: adi

GIANYAR – Belakangan di wilayah Gianyar mulai menjamur kuliner malam. Bagi penikmat babi guling, ada beberapa penjual nasi babi guling yang khusus buka pada malam hari. Salah satunya adalah babi guling Dong Klepus di Banjar Peninjoan, Desa Batuan, Sukawati yang buka dari pukul 19.30 Wita sampai habis. 

Babi Guling Dong Klepus sesungguhnya sempat vakum selama empat tahun. Namun, sekarang usaha yang pernah memenangkan juara III lomba kuliner babi guling saat HUT Gianyar tahun 2016 itu, diteruskan anaknya, I Made  Murdana alias Gedut. Kini, hampir setiap malam warung babi guling di sebelah barat Banjar Peninjoan ini selalu ramai pengunjung. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, hanya Rp15 ribu untuk satu porsi. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Gianyar dan anggota DPRD Gianyar juga sudah sempat mencicipi kelezatannya. 

Bacaan Lainnya

Pengelola Babi Guling Dong Keplus, I Putu Gede Pebriantara, Rabu (20/10/2021) mengatakan, usaha ini buka kembali. Sebab, 12 orang yang sebelumnya bekerja di sektor pariwisata dan seniman, kini kehilangan penghasilan gegara Covid-19. Semuanya masih memiliki hubungan keluarga dengan Dong Keplus, mulai dari keponakan sampai cucu, hidupnya dari hasil jualan babi guling.

Baca juga :  Agar Tak Rugi, Masyarakat Harus Jadi Konsumen Cerdas

Dia berujar, awalnya kasihan melihat mereka kehilangan pekerjaan, dan memikirkan bagaimana supaya ada penghasilan. “Lalu saya teringat, di keluarga pernah jualan babi guling, dan pernah juara III. Kebetulan anaknya mendiang Dong Keplus masih memegang resep babi guling tersebut. Akhirnya, aya  keluarkan modal untuk membangkitkan lagi babi guling legenda ini. Kami jalankan usaha ini bersama semua keluarga Dong Keplus,” kisahnya.

Pebriantara, yang juga anggota DPRD Gianyar itu, berusaha menyempurnakan resep peninggalan Dong Keplus. Kekurangannya dulu terletak pada kulitnya yang kurang garing. Dia bertutur sampai melakukan riset untuk mencari informasi agar kulitnya garing. Sebab, resep babi guling kuno itu memang hampir sebagian besar kulitnya tidak garing.

“Akhirnya sekarang kami sudah temukan caranya agar garing. Penyempurnaan hanya di kulit, sementara bumbu dan resapan bumbunya di daging masih sama seperti warisan Dong Keplus,” terang Ketua Komisi IIII DPRD Gianyar tersebut.

Dia mendaku bersyukur, tujuannya membuka lapangan pekerjaan sekaligus membangkitkan kuliner babi guling warisan pendahulunya, diterima baik pecinta kuliner. “Astungkara, yang datang bukan hanya seputaran Sukawati atau Kabupaten Gianyar. Dari Kuta dan orang luar Bali yang sedang berlibur di Bali selama beberapa hari, kini langganan di sini. Banyak yang tahu lewat media sosial,” ungkapnya dengan nada bangga. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.