Awas Berbahaya, Penyemprotan Disinfektan Langsung pada Tubuh

  • Whatsapp
PAKAR Paru dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Reviono. foto: antaranews.

PAKAR Paru dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Reviono mengatakan, penyemprotan disinfektan langsung pada tubuh manusia sangat berbahaya karena dapat mengganggu kesehatan.

“Bahan yang terkandung dalam disinfektan merupakan partikel berbahaya. Jika disinfektan tersebut langsung terhirup, bisa membuat peradangan pada saluran napas dan jika terkena mata akan terjadi iritasi,” kata Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UNS tersebut di Solo, Jumat (3/4/2020).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan jika setiap hari disinfektan disemprot ke tubuh, otomatis ada akumulasi partikel berbahaya yang terhirup dan masuk ke dalam saluran pernapasan, baik itu dari deterjen maupun alkohol.

“Maka secara akumulasi akan terjadi kerusakan yang paling ringan yaitu bronkitis akut. Selain itu, bisa juga terjadi peradangan pneumonitis, jadi di alveoli ikut meradang atau terjadi kerusakan,” ungkapnya, seperti dikutip dari antaranews.

Oleh karena itu, ia menyarankan jika seseorang bepergian dari tempat yang disinyalir merupakan sumber infeksi seperti rumah sakit, ketika sampai di rumah harus langsung membersihkan diri termasuk ganti pakaian.

“Namun, jika bepergian biasa misalnya ke rumah teman atau saudara yang sehat, cukup cuci tangan dengan sabun sudah efektif untuk membunuh kuman, bakteri, dan virus di tangan,” katanya. Selain itu, ia menyarankan agar tetap menggunakan masker, jaga jarak, dan hindari kerumunan terlebih dahulu.

Baca juga :  Wujud Sinergitas Pemkot Denpasar-TNI, Sekda Rai Iswara Buka TMMD ke-109 di Desa Kesiman Kertalangu

Mengenai penyemprotan disinfektan di jalan-jalan, ia menilai hanya efisien dilakukan di daerah-daerah yang banyak dijumpai orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19.

“Menurut saya, (untuk lokasi tanpa ODP) lebih efektif dengan mengelap ke permukaan benda yang sering disentuh, seperti daun pintu, pegangan tangga, pegangan lift, pegangan kursi karena penularan lewat benda-benda tersebut relatif tinggi,” terangnya.

Ia mengimbau agar masyarakat selalu menjaga kesehatan karena pertahanan tubuh bisa melawan virus, selanjutnya virus mati dengan sendirinya.

“Selama virus itu menular, virus akan hidup terus karena berpindah dari orang satu ke orang lain, maka perlunya jaga jarak serta hindari kerumunan untuk memutus penyebaran Covid-19, minimal jarak satu meter supaya kalau ada virus tidak melompat. Kalau sedang batuk pakai masker, hindari salaman, dan ikuti anjuran dari pemerintah lainnya,” pungkasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.