Atlet Indonesia Tak Perlu Karantina Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo

  • Whatsapp
TRIO atlet panahan Indonesia di nomor recurve beregu putri; Rezza Octavia (tengah), Diananda Choirunisa (kanan), dan Kusumawardani (kiri) melakukan tos usai menembakkan anak panah dalam latihan Pelatnas Olimpiade di Lapangan Panahan Gelora Bung karno (GBK), Jakarta, Selasa (1/6/2021). foto: antaranews

JAKARTA – Para atlet dan ofisial Kontingen Indonesia untuk Olimpiade dan Paralimpiade 2020 Tokyo akan dibebaskan dari kewajiban karantina mandiri selama 14 hari setibanya di Jepang.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Rima Ferdianto, panitia penyelenggara Tokyo 2020 hanya mewajibkan seluruh peserta menjalani tes swab PCR.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada (karantina). Di sana nanti akan ada tes swab harian langsung, tanpa karantina. Tapi meski tanpa karantina, prosedur prokesnya ketat sekali karena setiap hari akan ada tes swab PCR,” kata Rima, Rabu (2/6/2021).

“Nanti mereka yang menentukan berapa hari kami harus tes swab. Jadi ada prosedur yang harus dilalui dan itu dilakukan di rumah sakit yang ditunjuk oleh mereka dan laboratorium yang melakukan tes PCR,” sambung dia.

Terkait kemungkinan karantina atlet sebelum keberangkatan, Rima mengaku NPC Indonesia masih membahas apakah hal itu diperlukan atau tidak.

“Kebijakan soal karantina sebelum keberangkatan, kami masih menunggu arahan dari CLO (Covid-19 License Officer) kami. Bagaimana pertimbangan CLO nanti kami hanya perlu mengikuti arahan,” ucap dia.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry Kono. Menurutnya, para atlet yang akan tampil dalam Olimpiade Tokyo tidak diwajibkan menjalani karantina mandiri di Jepang, namun KOI membuka opsi untuk melakukan karantina atlet di Pelatnas masing-masing cabang olahraga.

Baca juga :  Pedagang dan Pengunjung Pasar Pesiapan Dites Antigen

“Bukan karantina di Jepang, tetapi kami karantina dilakukan di Pelatnas masing-masing. Jadi beberapa hari sebelum berangkat dikarantina lalu cek kesehatan bersama-sama. Itu opsi,” ujar Ferry.

Panitia Penyelenggara Tokyo 2020 memberi kemudahan persyaratan bagi lebih dari 1.600 staf dan atlet asing yang terlibat dalam Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo yang akan memasuki Jepang selama periode lebih dari satu setengah bulan hingga pertengahan Mei, demikian Kantor Berita Kyodo.

Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo mengatakan akan ada 1.649 peserta tiba di Jepang antara 1 April hingga 16 Mei. Dari jumlah tersebut, 1.432 peserta, termasuk atlet untuk acara uji coba dan personel broadcasting, dibebaskan dari persyaratan karantina mandiri selama 14 hari di Jepang.

Orang-orang ini diizinkan beraktivitas sesuai dengan pekerjaan mereka menggunakan area dan transportasi umum, setelah karantina tiga hari asalkan mereka melakukan tes Covid-19 pada hari ketiga, kedelapan dan ke-14 kedatangan mereka. ant/yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.