Atasi Kemacetan, Pemkab Bangli Harus Pikirkan Buat Jalan Alternatif

TIDAK adanya jalur alternatif saat ada acara di Alun-Alun Kota Bangli acapkali memicu kemacetan arus lalin. Ketua Komisi III DPRD Bangli, I Made Natis, minta Pemkab Bangli memikirkan membuat jalan alternatif. Foto: ist

BANGLI – Tidak adanya jalur alternatif saat ada acara di Alun-Alun Kota Bangli acapkali memicu kemacetan arus lalin. Kemacetan parah terekam saat berlangsung acara pertandingan voli dan hiburan musik, Minggu (23/4/2022).

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Bangli, I Made Natis, Senin (25/4/2022) minta Pemkab Bangli mulai memikirkan membuat jalan alternatif. Menurut politisi PDIP ini, kemacetan terjadi karena tidak ada jalan alternatif. Rekayasa lalin yang dilakukan saat ini tidak akan memecahkan masalah.

Bacaan Lainnya

Dia mencontohkan kendaraan yang datang dari arah selatan, tepat di depan SPBU diarahkan ke barat lewat LC Uma Aya, dan keluar di perempatan Nara Singa. Di sisi lain kendaraan dari arah utara (Jalan Brigjen Ngurah Rai) juga padat, sehingga terjadi kemacetan seperti pernah dia alami.

Kondisi sama juga terjadi di ruas Jalan Merdeka. Di jalan ini kendaraan parkir di dua sisi dan dibuka untuk dua arah, sehingga menimbulkan kemacetan. ”Kami anggap rekayasa lalin tidak akan bisa memecahkan masalah sebelum dibuatkan jalan alternatif,” tegasnya.

Lebih lanjut diutarakan, sejatinya rencana membuat jalan alternatif sempat mengemuka sejak lama, tapi entah kenapa sampai sekarang belum terealisasi. Rencananya dibuat jalan alternatif dari LC Aya tembus Kantor KPU Bangli. Jika jalan tersebut terwujud, kendaraan tidak lagi lewat Jalan Ngurah Rai tapi dialihkan ke Jalan Kusumayuda.

Baca juga :  Menparekraf Siap Dukung Potensi Program INAP TNI AL di Bali

Sambil menunggu dibuat jalur alternatif, sambungnya, salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisir terjadi kekroditan yakni dengan melakukan penataan lokasi parkir kendaraan.

Dia melihat kondisi ruas jalan yang sempit juga dimanfaatkan untuk areal parkir. Seperti di ruas Jalan LC Uma Aya dan sebelah utara Kantor Pemkab Bangli. ”Kami minta instansi terkait lakukan kajian di mana saja untuk kantong parkir, jangan semua badan jalan untuk tempat parkir,” serunya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.