Awal 2022, Minat Masyarakat Karangasem Bekerja ke Luar Negeri Meningkat

KEPALA Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Karangasem, I Ketut Kanginan Subandi. Foto: ist

KARANGASEM – Minat masyarakat Karangasem bekerja ke luar negeri pada awal tahun 2022 ini terus meningkat. Kenaikan mencapai ratusan orang ini tidak lepas dari melandainya kasus Covid-19, sehingga perjalanan ke luar negeri makin dipermudah.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Karangasem, I Ketut Kanginan Subandi, Senin (25/4/2022) mengatakan, permintaan untuk bekerja ke luar negeri awal tahun ini memang mengalami peningkatan. Dalam sehari pasti ada saja masyarakat yang datang untuk mengurus segala persyaratan agar bisa berangkat ke luar negeri.

Bacaan Lainnya

Sampai saat ini ada 197 orang berangkat ke luar negeri, dan jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan awal tahun lalu di bulan yang sama. “Sebagai perbandingan, awal tahun 2021 di bulan yang sama hanya ada 73 orang yang berangkat. Jadi, bisa dikatakan peningkatannya sangat drastis,” kata Subandi.

Meningkatnya jumlah masyarakat Karangasem yang ingin bekerja ke luar negeri, lanjut dia, tidak lepas dari adanya aplikasi Bali Mantap (Berangkat Aman dan Terlindungi Melalui Penempatan Prosedural) yang diluncurkan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) wilayah Bali.

Di aplikasi terdapat banyak lowongan pekerjaan yang ada di luar negeri. Masyarakat bisa memilih mau bekerja apa dan di mana sesuai kemampuan masing-masing.

Baca juga :  FH UNR Lepas 150 Calon Sarjana,Lulusan Harus Mampu Menciptakan Lapangan Kerja di Tengah Pandemi

“Terkait adanya aplikasi ini kami juga terus melakukan sosialisasi ke masing-masing desa. Mungkin ini juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah masyarakat yang akhirnya memutuskan memilih bekerja ke luar negeri,” terangnya.

Untuk masyarakat Karangasem yang bekerja ke luar negeri, sambungnya, jumlahnya merata di semua kecamatan. Hanya, memang lebih dominan dari Kecamatan Kubu dan Karangasem. Untuk negara tujuan yang paling banyak dituju adalah Italia dan Maldives.

Dengan banyaknya masyarakat yang memutuskan bekerja ke luar negeri, dia mengakui membawa angin segar bagi pemerintah karena pengangguran di Karangasem dapat dikurangi. Apalagi sejak awal munculnya Covid-19 terdapat banyak masyarakat yang dirumahkan, sehingga pengangguran juga bertambah.

“Makin banyak masyarakat berangkat ke luar negeri akan semakin bagus, karena dapat mengurangi jumlah pengangguran di Karangasem. Tapi berangkatnya juga harus sesuai dengan keterampilan yang dimiliki,” tandasnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.